Rusia Rebut Bandara dan Kepung Ibu Kota Kiev, Ukraina Merasa Ditinggalkan NATO dan AS

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Di tengah serangan invasi Rusia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merasa negaranya ditinggal oleh blok barat, terutama Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) dan Amerika Serikat (AS).

Zelensky mengaku negaranya dibiarkan mempertahankan negaranya sendiri dari Rusia yang melancarkan serangan invasi sejak Kamis (24/2/2022) pagi waktu setempat.

“Kami dibiarkan sendiri untuk mempertahankan negara kami,” kata Zelensky dalam pidato yang direkam dalam video, dikutip dari AFP, Jumat (15/2/2022).

“Siapa yang siap bertempur bersama kami? Saya tidak melihat siapapun. Siapa yang menjamin akses Ukraina ke NATO? Semua orang takut,” tambah dia.

BACA JUGA:
Tahan Serangan Rusia Masuk Ibu Kota, Militer Ukraina Runtuhkan Jembatan di Utara Kiev

BACA JUGA:
UPDATE Invasi Rusia ke Ukraina: Pasukan Beruang Merah Makin Dekat Ibu Kota Ukraina, Begini Nasib WNI

BACA JUGA: BREAKING NEWS Rusia Invasi Ukraina: 137 Orang Tewas, 316 Luka, Laki-laki Usia 18-60 Dilarang Tinggalkan Negara

Konflik Rusia-Ukraina berujung invasi negara Beruang Merah setelah Putin memerintahkan operasi militer ke Donbas Ukraina. Perang Rusia -Ukraina pecah karena negara bekas pecahan Uni Soviet itu berjuang mempertahankan diri dari serangan Rusia.

Rusia mengklaim berhasil merebut lapangan terbang Hostomel yang terletak di barat daya Kiev, pada Jumat (25/2/2022). Ibu kota Ukraina itu pun kian terkepung dari tiga sisi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merasa negaranya ditinggal oleh blok barat,NATO dan AS hadiri serangan Rusia. (CHARLES PLATIAU POOL AFP/CNNIndonesia)

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa dengan perebutan lapangan terbang ini, pasukan mereka berhasil memblokir akses Kiev dari barat.

Sementara itu, kekuatan separatis di timur Ukraina juga terus menggempur militer negara itu dengan bantuan dari pasukan Rusia.