JAKARTA, Kalimantanlive.com – Invasi Rusia ke Ukraina memicu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk pertama kalinya mengerahkan pasukan khusus NATO Response Force (NRF) untuk pertama kalinya guna memperkuat pertahanan.
Dilansir CNNIndonesia.com, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan pada Jumat (25/2/2022), pihaknya mengerahkan pasukan khusus NATO Response Force (NRF) untuk pertama kalinya guna memperkuat pertahanan di tengah berlangsungnya invasi Rusia ke Ukraina.
“Ini masih situasi yang statis. Apa yang telah kita lihat adalah pasukan Ukraina bertempur dengan berani dan benar-benar mampu menimbulkan kerusakan pada pasukan Rusia yang menyerang,” kata Stoltenberg setelah pertemuan puncak video para pemimpin NATO, dikutip dari AFP pada Sabtu (26/2/2022).
BACA JUGA:
Rusia Rebut Bandara dan Kepung Ibu Kota Kiev, Ukraina Merasa Ditinggalkan NATO dan AS
BACA JUGA:
Tahan Serangan Rusia Masuk Ibu Kota, Militer Ukraina Runtuhkan Jembatan di Utara Kiev
BACA JUGA:
UPDATE Invasi Rusia ke Ukraina: Pasukan Beruang Merah Makin Dekat Ibu Kota Ukraina, Begini Nasib WNI
“Ini adalah invasi penuh ke Ukraina. Mereka bergerak menuju Kyiv dan tujuan yang dinyatakan adalah untuk mengubah Pemerintah Ukraina,” imbuhnya.
Stoltenberg memeringatkan bahwa agresi Kremlin telah menciptakan “kenormalan baru” yang mengancam keamanan Eropa di luar Ukraina.
“Kami telah memperkuat pencegahan dan pertahanan kami,” kata Stoltenberg.

“Kemarin, sekutu mengaktifkan rencana pertahanan kami dan, sebagai hasilnya, kami mengerahkan elemen Pasukan Respons NATO (NRF) di darat, di laut, dan di udara untuk lebih memperkuat postur kami dan untuk merespons dengan cepat segala kemungkinan,” jelas Stoltenberg dilansir CNNIndonesia.com.







