UPDATE Invasi Rusia ke Ukraina, Bayi-bayi Baru Lahir Harus Disembunyikan ke Ruang Bawah Tanah Rumah Sakit

DNIPRO, KALIMANTANLIVE.COM – Dampak invasi Rusia ke Ukraina, banyak bayi baru lahir di Ukraina dilaporkan harus dilarikan dari unit neonatal Rumah Sakit ke tempat penampungan sementara yang lebih aman.

Seperti dirilis The Sun, Jumat (25/2/2022), sekitar 12 bayi mungil harus dibawa oleh dokter dan perawat pemberani ke ruang bawah tanah gedung Rumah Sakit Anak Oblast Dnipropetrovsk di Kota Dnipro, Ukraina.

Di dalam tempat perlindungan daraurat, bayi-bayi ini dengan hati-hati digendong oleh staf dari Rumah Sakit yang mengkhawatirkan nyawa para generasi penerus tersebut.

# Baca Juga :Terpicu Invasi Rusia ke Ukraina, NATO Kerahkan Pasukan Khusus NRF Pertama Kalinya

# Baca Juga :Telah Ditayangkan Tahun 1998, The Simpsons Pernah Prediksikan Konflik Rusia-Ukraina

# Baca Juga :Rusia Rebut Bandara dan Kepung Ibu Kota Kiev, Ukraina Merasa Ditinggalkan NATO dan AS

# Baca Juga :Tahan Serangan Rusia Masuk Ibu Kota, Militer Ukraina Runtuhkan Jembatan di Utara Kiev

Dr. Denis Surkov, 51, kepala unit neonatal di Rumah Sakit Anak Oblast Dnipropetrovsk bercerita tentang bunker yang dijadikan sebagai tempat berlindung dari dampak invasi Rusia.

“Ini adalah unit perawatan intensif neonatal. Di tempat perlindungan bom.

“Bisakah Anda bayangkan? Ini adalah realitas kita,” kata dia.

Dnipro termasuk di antara lebih dari selusin kota di Ukraina yang diserbut pasukan Rusia.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menuduh pasukan Rusia melakukan “kejahatan perang” ketika muncul laporan tentang serangan terhadap taman kanak-kanak dan panti asuhan.

Setidaknya 100.000 warga Ukraina dilaporkan telah meninggalkan negara itu.