KALIMANTANLIVE.COM – Respons invasi Rusia, langkah bersejarah dilakukan oleh Jerman dengan setuju untuk memasok senjata ke Ukraina yang sedang mempertahankan negaranya dari serangan militer Putin.
Sebagaimana dilansir rmol.id, Berlin juga tengah mempertimbangkan untuk menyingkirkan Rusia dari sistem perbankan global, SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecomunication).
Itu adalah jaringan yang digunakan lebih dari 11 ribu lembaga keuangan untuk melakukan transaksi dan mengirim pesan secara aman.
Dengan menyingkirkan Rusia, maka hampir mustahil bagi lembaga keuangan mana pun untuk mengirim uang dari dan ke negara tersebut.
BACA JUGA :
Ibu Kota Ukraina Diserang, Warga Kiev Diminta Siaga Tempur Lawan Pasukan Rusia
BACA JUGA:
Rusia Serang Ibu Kota Ukraina, Jalanan Jadi Medan Tempur, Presiden Zelensky akan Bertempur di Kiev
BACA JUGA:
Terpicu Invasi Rusia ke Ukraina, NATO Kerahkan Pasukan Khusus NRF Pertama Kalinya
Dari laporan Bloomberg, Kanselir Jerman Olaf Scholz telah menandatangani perjanjian untuk menyediakan 500 rudal permukaan-ke-udara Stinger dan 1.000 senjata anti-tank kepada Ukraina.

Keputusan tersebut melanggar kebijakan tradisional Jerman untuk tidak mengekspor senjata ke zona perang sejak Perang Dunia II.
“Invasi Rusia ke Ukraina menandai titik balik,” kata Scholz ketika mengumumkan keputusan tersebut, Sabtu (26/2).
“Ini mengancam seluruh tatanan pascaperang kita. Dalam situasi ini, adalah tugas kita untuk melakukan yang terbaik membantu Ukraina mempertahankan diri melawan tentara invasi Vladimir Putin,” tambahnya.







