Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) kinerja pertumbuhannya juga mengalami kenaikan hingga 11,69%. Jika tahun 2020 lalu DPK hanya mencapai Rp12,01 Triliun, maka di tahun 2021 naik menjadi Rp13,42 Triliun.
Untuk Kredit dan Pembiayaan pada tahun 2021 mencapai Rp11,11 Triliun, dengan komposisi seperti Modal Kerja Rp1,63 Triliun, kredit Investasi Rp3,37 Triliun, Kredit konsumtif sebesar Rp6,11 Triliun.
Pertumbuhan positif ditunjukkan pada kinerja Laba bersih (setelah pajak), yang dalam hal ini menunjukkan hasil yang cukup baik apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:
Fajar Desira : Pemprov Siapkan Rp 261 Miliar untuk Penyertaan Penambahan Modal Bank Kalsel
Menurut Hanawijaya, untuk kinerja Laba bersih (setelah pajak), nilai yang berhasil dibukukan adalah Rp219,25 Miliar pada tahun 2021 ini.
“Pencapaian tersebut tumbuh 11,58% dibanding realisasi tahun 2020 lalu yang hanya mencapai Rp196,50 Miliar,” paparnya.
Dua Fokus Strategi
Terkait kebijakan bisnis di tahun 2022, Bank Kalsel hadir dengan komitmen setia melayani dan tekad untuk senantiasa tumbuh dan berkembang melaju bersama Masyarakat Kalimantan Selatan.
Hal ini ditunjukkan dengan 2 (dua) fokus strategi, yakni Digitalisasi dan Sumber Daya Manusia.
Hanawijaya memaparkan, transformasi digital Bank Kalsel telah dilakukan per tanggal 15 November 2021 lalu, yang akan menjadikan proses layanan menjadi lebih Cepat, Mudah, Aman dan Nyaman.

Adapun 8 Langkah strategis yang dilakukan antara lain; Optimalisasi pendapatan, Meningkatkan efisiensi, Menjaga kualitas kredit, Meningkatkan Digital capability dalam bisnis, Meningkatkan market share bank, Perbaikan kualitas dan kompetensi SDM, Meningkatkan tata Kelola perusahaan dengan baik, dan Meningkatkan permodalan bank.
Kata Hanawijaya, dari 8 langkah strategis tersebut 2 (dua) focus utama di tahun 2022 adalah dengan pemutakhiran fitur-fitur digital baru Bank Kalsel, sehingga semua akses layanan perbankan berada dalam genggaman.
“Kemudian fokus kedua yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dengan lingkungan digital yang sekarang ini menjadi keharusan untuk kami respon dengan sebaik-baiknya, sekaligus juga bisa memberikan layanan digital sesuai dengan kebutuhan
masyarakat Kalimantan Selatan,” jelas Hanawijaya.







