PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Seorang pria yang tinggal di kawasan Parit, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan tewas tergantung, Senin (28/2/2022) pagi.
Polisi dan Polres Tanahlaut begitu mendapat laporan adanya insiden gantung diri, langsung bergerak ke lokasi.
Kemudian polisi mendatangi ke Kamar Mayat di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari di kawasan Jalan A Yani, Kelurahan Saranghalang.
# Baca Juga :Nginap di Rumah Nenek, Remaja di Banjarbaru Ditemukan Gantung Diri, Tips Mengetahui Seseorang Ingin Bunuh Diri
# Baca Juga :Pemuda 18 Tahun di Hamalau HSS Ini Sempat Kirim Foto Nilon dan Pesan Sebelum Gantung Diri
# Baca Juga :RUSAK Parah, Warga Kerap Tercebur saat Melintas di Jembatan Gantung di Loksado HSS Ini
# Baca Juga :Wanita Muda Ini Curhat ke Ibu Sering Dapat Bisikan, Sekali Ditemukan Sudah Gantung Diri
Di tempat ini jenazah gantung diri, Supingi (75), divisum oleh petugas setempat.
Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kasat Reskrim AKP Hasanuddin mengatakan sesuai hasil visum, korban memang gantung diri.
Tak ditemukan adanya indikasi kekerasan fisik di tubuh korban.
“Ciri-ciri yang ada pada jenazah sebagaimana ciri-ciri gantung diri. Pihak keluarga juga telah menerima hasilnya dan menolak untuk autopsi,” sebut Hasanuddin.
Petugas Kamat Mayat RSUD Hadji Boejasin, Wito dan Faturahman, menuturkan di leher korban terlihat jelas bekas lilitan tali melingkar di leher.
“Dilihat dari bekas lilitan di lehernya, tali yang menjerat leher tak begitu besar ukuranya, seukuran tali nilon jemuran baju,” sebutnya.
Dikatakannya, lidah korban dalam keadaan tergigit.
Korban mengenakan tiga lapis hem, lapis pertama berwarna cokelat, lapis kedua berwarna biru dan lapis ketiga jaket parasut bercorak.
Korban mengenakan celana panjang kain warna hitam.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com










