Roman Abramovich Tinggalkan Chelsea,  The Blues Kalah Dramatis dari Liverpool di Final Piala Liga Inggris

Abramovich disebut punya hubungan “bak ayah dan anak” dengan sang Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mundurnya Abramovich juga berarti ia menyerahkan semua aspek pengambilan keputusan di Chelsea kepada tujuh sosok di dewan direksi yayasan amal The Blues.

Termasuk di antaranya adalah chairman Bruce Buck, pelatih kepala tim wanita Emma Hayes, dan ketua Badan Atletik Dunia, Lord Sebastien Coe.

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, mengangkat trofi juara Piala Liga Inggris di Stadion Wembley, Senin (28/2/2022) dini hari WIB. Liverpool asuhan Juergen Klopp menjadi juara Piala Liga Inggris seusai menumbangkan Chelsea 11-10 (0-0) via adu penalti.(AFP/ MICHAEL REGAN)

Sosok-sosok lain di dewan tersebut adalah Piara Power (chief executive yayasan anti rasisme Kick It Out), Paul Ramos (direktur finansial Chelsea), John Devine (pengacara olahraga yang telah malang-melintang di klub-klub Premier League), dan Sir Hugh Robertson (mantan menteri Inggris).

Abramovich membeli Chelsea pada 2003 dan menjadikan The Blues sebagai kekuatan sepak bola Eropa dan dunia.

Ia mengucurkan dana mencapai 1,5 miliar poundsterling dan membuat Chelsea menjadi lima kali juara Premier League, lima kali Piala FA, dua kali Liga Champions, dua kali Liga Europa, dan terakhir juara Piala Dunia Antarklub.

Tanggapan Thomas Tuchel

Situasi Roman Abramovich pun mewarnai persiapan Chelsea menjelang final Piala Liga Inggris yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (27/2/2022).

Sebelum laga, pelatih Chelsea Thomas Tuchel menyadari bahwa akan ada beberapa kritik yang tertuju kepada klub mengingat Roman Abramovich berasal dari Rusia.

“Saya bisa memahami opini kritis terhadap klub, kepada kami yang mewakili klub ini. Saya bisa mengerti hal tersebut dan kami tidak bisa sepenuhnya membebaskan diri dari ini,” kata Thomas Tuchel, dilansir dari Daily Mail.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa timnya tidak akan terpengaruh dengan hal-hal di luar lapangan dan fokus mempersiapkan diri menjelang final Piala Liga Inggris.

“Saya sebagai pelatih atau para pemain tidak memiliki wawasan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Kami tidak punya banyak informasi orang dalam seperti yang Anda pikirkan,” kata Tuchel.