Ia tiba sekitar pukul 21.30. Adapun informasi duka tersebut diterimanya sekitar pukul 20.00. Saat itu, ia mengaku tengah menghadiri agenda di tempat lain. Pihaknya langsung menyempatkan diri untuk melayat sepulang dari acara tersebut.
“Pemerintah Kota Surakarta berduka cita dan merasa kehilangan seorang tokoh yang menyukseskan perjalanan Pak Jokowi. Mulai dari Wali Kota Surakarta, Gubernur, sampai menjadi Presiden. Saya kira beliau tokoh utama dalam kesuksesan beliau,” kata Teguh.
Menurut Teguh, sosok Miyono dan Presiden memang begitu dekat. Kedekatan itu ditunjukkan dari bagaimana hampir setiap saat pulang kampung, Presiden selalu menyempatkan diri mengunjungi Miyono. Pasalnya, Miyono disebut sebagai sosok yang benar-benar menemani Presiden sejak masih menekuni bisnis mebel.
“Dekat sekali. Itu perjuangan beliau dari masih bisnis kayu, mebel, dan sebagainya, ini latar belakangnya Pak Jokowi dari beliau (Miyono). Bisnis mebel juga dengan Pakde Miyono. Ibaratnya seperti digembleng dari muda sampai mendorong jadi Wali Kota. Bahkan sampai menjadi Presiden,” kata Teguh.
Perkara sakit yang diderita Miyono, Teguh mengaku kurang mengetahuinya. Ia menduga, usia yang sudah sepuh menjadi salah satu penyebab penurunan kondisi kesehatan almarhum. Selanjutnya, kata dia, Miyono sempat dirawat di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi Surakarta selama lebih kurang dua pekan.
“Seminggu terakhir minta pulang. Hanya menyampaikan ingin di rumah saja. Tetapi, memang sempat dirawat di rumah sakit sekitar dua minggu. Meninggal dunianya di rumah,” kata Teguh.
Menurut rencana, Presiden Joko Widodo juga akan melayat ke rumah duka, Senin (28/2/2022). Sebelumnya, Presiden sempat menjenguk Miyono, Sabtu (26/2/2022). Saat itu, tampak mobil ambulans milik RS Tentara Slamet Riyadi Surakarta disiagakan di halaman rumah Miyono.
Miyono akan dimakamkan di pemakaman keluarga Mundu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin, pukul 11.00. Di makam tersebut, dimakamkan pula ibunda dan ayahanda Presiden, yaitu Sujiatmi Notomiharjo dan Widjiatno Notomiharjo. Miyono wafat meninggalkan seorang istri, enam orang anak, dan 12 cucu.
editor : NMD
sumber : kompas.com







