Menyangkut kewajiban Bank kalsel untuk memenuhi kewajiban atas ketentuan regulator yakni Modal Inti Minimum (MIM) sebesar Rp 3 triliun, per Desember 2021 Bank Kalsel berhasil mencatatkan modal inti sebesar Rp1,99 Triliun nilai ini meningkat 6,86% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp1,86 Triliun.
Berdasarkan hal tersebut, Hanawijaya optimis Bank Kalsel mampu memenuhi kewajiban dimaksud sesuai tenggat waktu pada Desember 2024.
BACA JUGA:
Bank Kalsel Buka Layanan Lebih Awal bagi Nasabah Pensiunan, Mulai Pukul 07.00 Wita
Plt Komisaris Utama Bank Kalsel, Hatmansyah menyampaikan rasa optimistis dan dukungan terhadap
manajemen Bank Kalsel dalam menatap tahun 2022.
“Jika dilihat tantangan di tahun 2022 kali ini tentu tidak mudah bagi Bank Kalsel untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Apalagi di tahun ini, sektor perekonomian masih dihadapkan dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang masih mencekam,” katanya.
Tapi, lanjut Hatmansyah, dengan konsistensi dan kerjasama antar lini untuk terus berbenah dan fokus dalam bekerja, apalagi dengan digitalisasi yang dilakukan Bank Kalsel dalam memberikan kontribusi untuk memudahkan transaksi secara non-tunai.
“Kami juga meyakini target dengan hal tersebut bisa diwujudkan secara maksimal,” tegas Hatmansyah.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalsel H Sahbirin Noor menambahkan, Bank Kalsel sebagai salah satu Badan Usaha milik Pemda diharapkan terus bertransformasi, mampu meningkatkan skala kinerja dan bisnisnya, lebih mampu berdaya saing dan berkontribusi bagi perekonomian daerah, serta mampu memenuhi ekspektasi seluruh stakeholders.










