Bank Kalsel Gelar RUPS 2021 dan RUPSLB 2022, Catatkan Kinerja Keuangan Positif di Tengah Pandemi

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja selama tahun 2021, Bank Kalsel menggelar RUPS Tahunan untuk Tahun Buku 2021 dan RUPS LB Tahun 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pemegang saham Bank Kalsel, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Walikota dan Bupati maupun perwakilan dari 13 pemkab/kota se-Kalimantan Selatan.

Pada RUPS kali ini, seluruh pemegang saham sepakat menerima Laporan Pengawasan yang telah disampaikan oleh Dewan Komisaris dan Laporan Pertanggungjawaban Direksi.

Sementara untuk RUPS-LB, seluruh pemegang saham juga sepakat menerima Laporan Permodalan dan Pembagian Laba/Hasil Usaha, termasuk dividen yang disampaikan oleh Dewan Komisaris dan Direksi Bank Kalsel.

BACA JUGA:
Bank Kalsel Bukukan Laba Bersih Rp 219,25 Miliar Tahun 2021, Tumbuh 11,58% Dibanding 2020

BACA JUGA:
Dirut Bank Kalsel Hanawijaya : Penambahan Modal Inti Minimum Rp 3 Triliun Dilakukan Bertahap

BACA JUGA:
Bank Kalsel Kantor Cabang Marabahan Raih Penghargaan Best Service Quality 1st Tahun 2021

Dalam Laporan Pertanggungjawaban Direksi Tahun Buku 2021, Dirut Bank Kalsel Hanawijaya mengatakan, walau banyak dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yang tidak menentu sebagai akibat dari Pandemi Covid-19, tetapi kondisi kinerja keuangan Bank Kalsel tahun 2021 tetap mampu bertumbuh positif dan memperoleh hasil yang cukup bagus.

“Ini bisa dilihat, pertama dari sisi aset, jika di tahun 2020 lalu kita mampu membukukan Rp14,85 Triliun, maka pada tahun 2021 ini naik menjadi Rp16,53Triliun. Jika dipersentasekan ada kenaikan hingga mencapai 11,33% per Desember 2021,” kata Hanawijaya.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat RUPS 2021 dan RUPS LB 2022 Bank Kalsel, Sabtu (22/2/022). (foto Bank Kalsel)

Kemudian dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) kinerja pertumbuhannya juga mengalami kenaikan hingga 11,69%. Jika tahun 2020 lalu DPK hanya mencapai Rp12,01 Triliun, maka di tahun 2021 naik menjadi Rp13,42 Triliun.

Untuk Kredit dan Pembiayaan pada tahun 2021 mencapai Rp11,11 Triliun, dengan komposisi seperti Modal Kerja Rp1,63 Triliun, kredit Investasi Rp3,37 Triliun, Kredit konsumtif sebesar Rp6,11 Triliun.