DAFTAR Negara Pasok Senjata ke Ukraina untuk Lawan Rusia, dari Amerika hingga Kroasia, Indonesia?

KALIMANTANLIVE.COM – Invasi Rusia ke Ukraina membawa kemarahan besar bagi penduduk dunia. Banyak yang mangutuk dan tidak sedikit pula ikut melawan kekejaman Rusia.

Saat ini belasan negara di dunia mulai memasok bala bantuan berupa alat utama sistem pertahanan (alutsista) hingga bantuan kemanusiaan bagi Ukraina di tengah invasi Rusia yang semakin meluas sejak 24 Februari lalu.

Sementara itu Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan Rusia ke Ukraina salah satunya mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah nyata guna mencegah memburuknya situasi.

# Baca Juga :Konflik Rusia-Ukraina, Pertamina Tak Naikkan Harga LPG 3 Kg dan Tetap Mengacu pada HET

# Baca Juga :Presiden Rusia Vladimir Putin Sebutkan Syarat Jika Ingin Setop Invasi Ukraina

# Baca Juga :Usai Kalahkan Real Madrid, Pelatih Sheriff Tiraspol Yuriy Vernydub Bergabung Tentara Ukraina Lawan Rusia

# Baca Juga :UEFA Resmi Usir Spartak Moscow dari Liga Europa, Dampak Invasi Rusia ke Ukraina

Pasokan senjata mulai berdatangan setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan bantuan hingga menyinggung komitmen negara Barat seperti Amerika Serikat dan NATO membela negaranya.

Dalam sebuah pidato video beberapa hari lalu, Zelensky merasa Ukraina seakan dibiarkan melawan Rusia sendiri.

Kami dibiarkan sendiri untuk mempertahankan negara kami,” kataZelensky dalam pidato yang direkam dalam video, dikutip dari AFP, Jumat (25/2).

Berikut deret negara yang memasok senjata ke Ukraina:

Amerika Serikat

Presiden Joe Biden mengumumkan AS mengirimkan bantuan militer tambahan berupa senjata senilai US$350 juta (Rp5,03 triliun) bagi Ukraina.

Selama setahun terakhir, AS sendiri telah menggelontorkan bantuan keamanan lebih dari US$1 miliar (Rp14,3 triliun) bagi negara pecahan Uni Soviet itu.

Kementerian Pertahanan AS mengumumkan senjata-senjata itu termasuk kendaraan lapis baja, senjata kecil, pelindung diri, berbagai amunisi lainnya, hingga sistem anti-pesawat tempur.

Sementara itu, Ukraina telah meminta pasokan senjata seperti sistem anti-tank Javelin dan rudal Stinger untuk menembak jatuh pesawat.

Uni Eropa

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Uni Eropa mendanai pembelian dan pengiriman senjata bagi Ukraina setelah para negara anggota setuju untuk mengirim senjata senilai 450 juta euro (Rp7,2 triliun) ke Kiev.

Kepala kebijakan luar negeri Josep Borrell mengatakan beberapa negara juga mengirim jet tempur bagi Ukraina.