KALIMANTANLIVE.COM – Kemarahan internasional terhadap invasi Rusia ke Ukraina semakin besar, bahkan gabungan hacker di seluruh dunia mulai menyerang negara Beruang Merah tersebut.
Bahkan, kelompok hacker Anonymous secara terbuka menyatakan perang siber kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ancaman ini sebagai bentuk protes terkait serangan Rusia ke Ukraina sejak Kamis (24/2/2022).
# Baca Juga :Presiden Rusia Vladimir Putin Sebutkan Syarat Jika Ingin Setop Invasi Ukraina
# Baca Juga :Usai Kalahkan Real Madrid, Pelatih Sheriff Tiraspol Yuriy Vernydub Bergabung Tentara Ukraina Lawan Rusia
# Baca Juga :UEFA Resmi Usir Spartak Moscow dari Liga Europa, Dampak Invasi Rusia ke Ukraina
# Baca Juga :HEBOH! Shah Rukh Khan Dituding Meludah di Upacara Kremasi Penyanyi Lata Mangeshkar
Gerakan protes hacker Anonymous ini tidak main-main, terbaru hacker itu telah meretas database Kementerian Pertahanan Rusia dan juga stasiun TV pemerintah untuk menyampaikan konten pro-Ukraina.
Usai pernyataan itu dibuat, kantor berita Russia Today dilaporkan sempat sulit diakses akibat serangan DDoS, lalu berlanjut situs resmi Kremlin dan Kementerian Pertahanan tidak dapat diakses.
Terpisah, Russia Today secara terbuka menyebut masalah situsnya perbuatan Anonymous, dan mengklaim serangan itu berasal dari Amerika Serikat.
“Setelah pernyataan oleh Anonymous, situs web Russia Today menjadi subjek serangan DDoS besar-besaran dari sekitar 100 juta perangkat, sebagian besar berbasis di AS,” demikian pernyataan Russia Today.
Lebih lanjut pada Senin (28/1), kelompok hacker Anonymous mengklaim telah membajak kapal pesiar milik Putin.
Anonymous juga mengirimkan pesan video panjang yang ditujukan kepada Putin, berisi pesan yang mengingatkan sanksi diberikan negara-negara barat akan melukai warga Rusia sendiri, dan warga Rusia menentang perang.
“Jika Anda terus mengambil jalan ini, Anda akan kehilangan dukungan dari rakyat Rusia, negara lain di seluruh dunia juga akan menolak bekerja sama dengan Anda, dan Anda akan menghadapi serangan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya dari seluruh dunia,” ujar sosok bertopeng di dalam video tersebut.
“Anggota Anonymous telah mendeklarasikan perang siber melawan rezim Anda yang agresif, dengan situs-situs pemerintah dijatuhkan dalam beberapa hari terakhir.”







