Terlebih pada akhir tahun hingga April, karena saat itu buaya akan lebih agresif.
Mereka akan mudah menyerang bila melihat ada sesuatu yang dianggap ancaman.
Mengapa menjadi lebih agresif?
“Pada bulan-bulan ini adalah musim kawin dan bertelur. Jadi buaya menjadi lebih sensitif dan agresif. Bila melihat ada sesuatu yang dianggap sebagai ancaman, mereka akan langsung menyerang,” tegas dia.
Selain itu, Nur Patria juga meminta agar warga di kawasan yang ada komunitas buaya, tidak membuang bangkai ayam ke sungai karena itu bisa memancing buaya lebih sering datang.
Tubuh tidak utuh
Kejadian buaya Sebangau menerkam manusia terulang pada Senin (28/2/2022) kemarin.
Ahmadi (43) ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dan tubuh tidak utuh di kawasan Sungai Sebangau.

Dia diduga diterkam buaya saat mengikat kayu galam di parit atau anak Sungai Sebangau kawasan Muara Pangkoh, Desa Paduran, Sebangau Kuala, Pulangpisau.
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Kalteng, P Jonet membenarkan adanya korban yang diterkam buaya.
Dia mengungkapkan saat kejadian Ahmadi memang sedang mengikat kayu galam.










