PULANGPISAU, KALIMANTANLIVE.COM – Buaya yang berkeliaran di Sungai Sebangau, Kalimantan Tengah sudah banyak memakan korban.
Buaya ganas ini sangat agresif dalam menerkam manusia, bahkan sudah empat orang jadi korban.
Namun BKSDA Kalteng meminta tidak ada perburuan buaya untuk membalas dendam.
# Baca Juga :VIRAL Video Detik-detik Warga Kaltara Diterkam Buaya Saat Cuci Kaki, Temannya Malah Asyik Bikin Konten
# Baca Juga :Diserang dan Dicabik-cabik Buaya, Pria di Sumba Timur Harus Kehilangan Satu Kakinya
# Baca Juga :SOSOK yang Lebih Hebat dari Panji Petualang, Tangkap Buaya Berkalung Ban hanya Pakai Ayam dan Merpati
# Baca Juga :BUAYA Berkalung Ban Ditangkap Warga Sragen, Sosok Ini Lebih Hebat dari Panji Petualang hingga Matt Wright
Dalam waktu 2 bulan, Januari dan Februari 2022, buaya Sebangau sudah meminta korban jiwa 2 orang, pertengahan Januari 2022 adalah pekerja bansaw dan Senin (28/2/2022) kemarin, pencari galam yang ditemukan tewas diterkam buaya.
Bila dirunut ke belakang lagi, ada beberapa orang yang juga tewas karena diterkam buaya Sebangau di sekitar kawasan yang sama.
Seperti 2018, buaya Sebangau menerkam seorang pencari ikan dan 2021 korbannya adalah seorang pencari daun nipah.
Menyikapi keganasan buaya Sebangau ini, Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalteng Nur Patria Kurniawan meminta agar masyarakat tidak lantas melakukan perburuan terhadap buaya Sebangau untuk melakukan balas dendam.
“Kami mohon, itu jangan dilakukan karena justru dapat menimbulkan masalah baru dan konflik antara manusia dengan buaya di kawasan itu tidak akan pernah berhenti. Akan lebih baik bila dilakukan antisipasi agar kejadian tersebut tidak berulang,” kata Nur Patria Kurniawan.
Menurut Nur Patria Kurniawan, masyarakat diharapkan lebih waspada dan berhati-hati bila beraktivitas di kawasan yang diduga ada buaya.









