Potong Cincin Ditindikkan di Alat Kelamin, Petugas Damkar Blitar Gugup, Grogi dan Rasakan Hal Ini

BLITAR, KALIMANTANLIVE.COM – Cerita dimulai sorang pria warga Desa Kalibunder, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar itu datang ke kantor pemadam kebakaran setelah gagal melepas cincin pada alat kelaminnya.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Blitar mendapat tantangan ini merasa gerogi dan gugup saat harus melepaskan cincin yang ditindikkan pada alat kelamin seorang pria berinisial MRZ (25) itu.

Para petugas pun merasa gugup karena baru pertama kali harus menjalankan tugas melepaskan cincin logam dari alat kelamin pria.

# Baca Juga :NAIK Rp 24.000, Harga LPG 12 Kilogram Tembus Rp 199.000, Segini Harga di Kalimantan Selatan

# Baca Juga :Batal Tanding di FIFA Matchday 2022, Ini Fokus Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia

# Baca Juga :Hasil Lengkap Piala FA 2021-2022: Spurs Tersingkir, Man City dan Crystal Palace Melaju ke Perempat Final

# Baca Juga :Perwira Polisi Berpangkat AKBP Jadikan Budak Nafsu Pembantunya yang Masih SMP, Kapolda Sulsel Marah Besar

Petugas grogi dan gugup

Kepala Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Andi Putra Sagita mengungkapkan bagaimana empat petugas gugup saat melakukan upaya pelepasan cincin yang dipasang di bagian tubuh yang tidak wajar itu.

“Selama ini yang sering kami hadapi melepas cincin dari jari. Tadi kami harus melepas cincin dari alat kelamin, wajar teman-teman ada nervous-nya,” kata Andi saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.

Apalagi, kata Andi, cincin dengan diameter lingkaran sekitar 2,5 sentimeter itu terpasang dengan metode ditindik pada kulit bagian bawah alat kelamin MRZ.

Andi mengatakan, pada cincin itu sebenarnya terdapat alat pengunci berukuran kecil yang juga dapat digeser untuk melepaskan penguncian.

Dengan demikian, cincin itu dirancang untuk dapat dipasang dan dilepas sewaktu-waktu.

Namun, kata dia, alat pengunci itu mengalami kemacetan sehingga MRZ tidak dapat melepaskan cincin tersebut.