Ukraina Minta RI Berani Katakan “Rusia Hentikan Agresi”, Vasyl Hamianin Sebut Indonesia Pernah Dijajah

KALIMANTANLIVE.COM – Sejak Kamis (24/2) pekan lalu, Rusia melakukan invasinya ke Ukraina dan melancarkan serangan ke sejumlah kota, lebih dari 2.000 orang tewas akibat serangan yang kini telah memasuki hari kedelapan.

Untuk membantu menyelesaikan konflik tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin meminta Indonesia berani memberi pernyataan tegas kepada Rusia untuk menghentikan invasi ke Ukraina.

# Baca Juga :Facebook dan Instagraam Hapus Unggahan dari Akun Media Rusia

# Baca Juga :Invasi Rusia ke Ukraina: Amerika Sebut Hari ke-6 Pasukan Putin Kehabisan Bahan Bakar dan Makanan, Lalu Jumlah Korban?

# Baca Juga :Rudal Rusia Hantam Kharkiv, Ukraina Klaim 5.710 Tentara Putin Tewas

# Baca Juga :Video CCTV Detik-detik Halaman Freedom Square di Kharkiv Ukraina Meledak Dihantam Rudal Rusia

“Kami benar-benar ingin bangsa yang membanggakan ini [Indonesia] berdiri dan mengatakan ‘Rusia hentikan agresi’,” kata Hamianin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (2/3).

Hamianin mengatakan keadaan Ukraina saat ini tak jauh berbeda dengan Indonesia saat dulu di bawah kolonial penjajah.

Dia menekankan bahwa Ukraina sama seperti Indonesia yang dulu mengharapkan negara-negara di seluruh dunia berdiri bersama membantu melawan penjajah.

“Anda [Indonesia] merasakan bagaimana negara-negara lain diam ketika memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan. Itu yang kami rasakan sekarang. Jika kami [Ukraina] sendirian itu akan menyedihkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa permintaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Indonesia saja, tetapi juga kepada seluruh negara yang hingga kini belum membuka suara untuk memberikan dukungan kepada Ukraina.

Menurutnya, bila suatu negara belum mengangkat suara terkait invasi ini, hal itu sama saja dengan memberikan ‘oksigen’ kepada Rusia untuk terus melancarkan aksinya.