3. Suriah
Presiden Suriah Bashar Al-Assad menyatakan dukungannya terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Kantor kepresidenan Suriah menyatakan, dukungan itu disampaikan Assad saat melakukan panggilan telepon dengan Putin pada Jumat (25/2).
“Selama bertelepon, mereka berbicara tentang situasi di Ukraina dan operasi militer khusus oleh Federasi Rusia untuk melindungi penduduk sipil di wilayah Donbass,” bunyi pernyataan kantor Assad seperti dikutip Reuters.
Rusia dan Suriah memang merupakan sekutu. Rusia telah lama mendukung pemerintahan Assad dari gempuran militer Amerika Serikat yang ingin menggulingkannya.
4. Myanmar
Dari Asia Tenggara, Junta Militer Myanmar mengaku mendukung invasi Rusia ke Ukraina, dengan dalih kedaulatan negara. Dukungan ini diberikan di tengah peningkatan eskalasi pertempuran dan upaya komunitas internasional yang berusaha meredakan krisis di negara Eropa Timur tersebut.
“Pasukan Rusia sudah melakukan tindakan yang benar untuk mempertahankan kedaulatan mereka,” kata Juru Bicara Junta Militer Myanmar, Zaw Min Tun, dalam pernyataan resmi dikutip AFP.
Rusia dan Myanmar diketahui memiliki hubungan diplomatik yang hangat. Moskow menjadi sekutu utama Naypyidaw dan pemasok senjata bagi militer negara itu.
5. Kuba
Hubungan Kuba dan Rusia telah terjalin lama. Pada 2008, Rusia merupakan negara pertama yang mengirimkan bantuan setelah Kuba diterjang tiga badai.
Sementara itu, terkait invasi Rusia ke Ukraina, Presiden Majelis Kekuatan Rakyat Nasional Kuba Esteban Lazo menegaskan, Moskow memiliki hak untuk membela diri dan NATO harus menjamin keamanan yang diminta Rusia.
6. India
Sampai saat ini, pemerintah India masih belum bersikap mengenai konflik antara Rusia dan Ukraina. Padahal, kelompok oposisi sudah meminta pemerintah India mengecam aksi Rusia ke Ukraina.
Tekanan dari oposisi itu disampaikan sehari setelah mahasiswa India tewas dalam serangan di Kota Kharkiv. Diketahui, Rusia memang merupakan salah satu negara yang memasok senjata ke India.







