KALIMANTANLIVE.COM – Senjata Nuklir Minuteman III merupakan elemen dari kekuatan strategis negara, di bawah kendali Komando Serang Global Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) (USAFGSC).
Saat ini Amerika menunda uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM), Minuteman III untuk meredam potensi perang nuklir dengan Rusia.
Seperti apa spesifikasi dan kekuatan rudal Minuteman III tersebut?
# Baca Juga :HASIL Drawing dan Jadwal German Open 2022, Indonesia Tanpa Marcus/Kevin & Ahsan/Hendra, Rusia Dilarang!
# Baca Juga :TERUNGKAP, Ini Sanksi Ekonomi Terberat yang Dihadapi Rusia karena Invasi Ukraina, Apa Itu SWIFT?
# Baca Juga :Gara-gara Invasi Ukraina, Rusia Mendapat Sanksi Ekonomi dari Sejumlah Negara, Ini Daftarnya
# Baca Juga :Ukraina Minta RI Berani Katakan “Rusia Hentikan Agresi”, Vasyl Hamianin Sebut Indonesia Pernah Dijajah
Rudal nuklir ini bisa dioperasikan dari jarak jauh. Berbagai sistem komunikasi dilengkapi untuk memberi presiden dan menteri pertahanan kontak langsung dengan setiap kru peluncuran Minuteman III.
Rudal jenis ICBM ini dibangun oleh perusahaan dirgantara asal AS, Boeing. Didesain dengan roket pendorong berbahan bakar padat, yang menjadikan Minuteman III memiliki kecepatan unggul ketimbang ICBM lain yang berbahan bakar cair.
Minuteman III memulai pengembangan pada tahun 1964 dan mulai beroperasi pada tahun 1970. AS biasanya melakukan minimal dua kali uji coba Minuteman III setiap tahun, untuk memastikan gudang senjata berfungsi dan dapat diandalkan.
Awalnya Minuteman III mengangkut tiga hulu ledak nuklir berkekuatan rendah. Namun saat ini hanya dilengkapi dengan hulu nuklir tunggal, yang menghasilkan daya ledak 300 hingga 475 kiloton TNT.
Sebagai informasi, bom Hiroshima yang diluncurkan pada akhir Perang Dunia II menghasilkan daya ledak 16 kiloton TNT, sedangkan bom Nagasaki menghasilkan 21 kiloton TNT.
Saat ini diperkirakan AS memiliki 400 unit rudal Minuteman III di gudang senjatanya bawah tanah, dikutip Air Force.







