PELAIHARI, Kalimantanlive.com – Ketua Komisi II DPRD Kalsel Iman Suprastowo mengharapkan penyertaan modal untuk Bank Kalsel dari Pemkab Tanahlaut bisa mencapai Rp 150 miliar.
Hal itu disampaikan Imam saat bersama Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Bank Kalsel Cabang Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, pada Selasa (1/3/2022).
Komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan ini melakukan kunjungan tersebut guna memantau serta mengevaluasi kinerja bank milik daerah, termasuk mengenai penambahan penyertaan modal Bank Kalsel.
BACA JUGA :
Bank Kalsel Buka Layanan Lebih Awal bagi Nasabah Pensiunan, Mulai Pukul 07.00 Wita
BACA JUGA :
Paman Yani Minta Tim Percepatan Penambahan Modal Bank Kalsel Bergerak Cepat Penuhi MIM Rp 3 Triliun
BACA JUGA: Bank Kalsel Bukukan Laba Bersih Rp 219,25 Miliar Tahun 2021, Tumbuh 11,58% Dibanding 2020
Politisi PDI Perjuangan ini berharap untuk penambahan penyertaan modal Bank Kalsel dapat merealisasikannya dengan baik.
Dia juga mengharapkan Bank Kasel dan berbagai pihak terkait harus bersinergi untuk merealisasikan penyertaan modal sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) kewajian modal inti minimum sebesar Rp 3 Triliun per 31 Desember 2024.

“Karena bukan hanya dari pihak eksekutif, tetapi dari pihak dewan pun harus satu kata, sehingga penyertaan modal untuk Bank Kalsel kita harapkan dari Tanahlaut bisa maksimal, syukur-syukur bisa Rp 150 miliar bisa tercapai,” ujarnya.
Saat berdialog dengan jajaran Bank Kalsel Pelaihari, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Suprastowo, menyentil perihal KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang dirasa kurang memuaskan.
“Kalo capaiannya cuma 60-70 %, buat apa ada devisi baru? Saya berharap KUR di atas sembilan puluh persen,” kata Imam Suprastowo.







