Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Bank Kalsel Pelaihari, Muhammad Hanafiah, mengatakan bahwa kredit menurun per Januari 2022 juga merupakan imbas dari pandemi Covid-19.
Dia menambahkan bahwa modal kerja masih kecil, yakni 14,01%, investasi 1,73 %, sedangkan konsumtif besar, yakni 84,26 %.
Imam Suprastowo juga mengatakan bahwa para petani juga bisa mendapat porsi pada KUR.
BACA JUGA:
UPZ Bank Kalsel Kolaborasi LAZ Sahabat Yatim Bagikan Paket Makanan Tambahan di Batola
Dia berharap Bank Kalsel mengoptimalkan peminjaman bagi petani agar dapat mengembangkan usaha.

“Untuk (petani) sawit, pada saat mau kredit ada STD-B (Surat Tanda Daftar Budidaya) tidak? Itu bisa diseleksi asal bibitnya, bisa bekerjasama dengan Dinas Perkebunan,” katanya.(*)
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian










