JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Terkait wacana jabatan Presiden RI 3 kali, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) cukup menjabat sebagai kepala negara RI atau Presiden RI selama dua periode dan menjadi Bapak Bangsa.
Demikian kata Sunanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Ratu Convention Center (RCC) Kota Jambi, Jumat (4/3/2022)
“(Presiden Jokowi) Cukup dua periode, jadilah Bapak Bangsa,” kata Sunanto dilansir dari Antara.
# Baca Juga :Jokowi Tidak Hanya Melarang Istri TNI-Polri Undang Penceramah Radikal, Juga Ingin Mendukung Pemindahan IKN
# Baca Juga :Larangan-larangan Jokowi untuk TNI-Polri: WA TNI Jangan Bahas Tolak IKN, Jangan Undang Ustadz Radikal dan Lainnya
# Baca Juga :Sosok Penting Bagi Presiden Jokowi Meninggal Dunia, Lurah Manahan Sebut Miyono Sudah Lama Sakit
# Baca Juga :Gara-gara Jabatan Jokowi Bakal Diperpanjang, Ketum PSI Giring Ganesha Mundur dari Capres 2024
Sunanto, yang akrab disapa Cak Nanto mengatakan, dengan pemenuhan jabatan presiden selama dua periode, maka Jokowi memberikan ruang dan kesempatan kepada siapa saja yang memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin.
“Pemuda Muhammadiyah juga ingin terus berkontribusi membangun bangsa. Kami akan selalu mendistribusikan kader terbaik,” tambahnya.
Tanwir Pemuda Muhammadiyah II Tahun 2022 mengangkat tema “Gerakan Pemuda Negarawan”, yang menjadi nilai tepat untuk melahirkan pemuda-pemuda calon negarawan.
Sunanto mengatakan, Muhammdiyah merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang terbuka, dan siap berkolaborasi dalam gerakan untuk pencerahan.
“Jangan pernah ragukan kecintaan Pemuda Muhammadiyah terhadap bangsa dan negara ini,” tukasnya.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo, saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah melalui konferensi video, mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun pondasi Indonesia masa depan.
“Dengan semangat amar ma’ruf nahi mungkar, mari bersama-sama kita membangun fondasi Indonesia masa depan,” kata Presiden.
Jokowi juga meminta Pemuda Muhammadiyah menyiapkan kader yang mampu beradaptasi dengan segala tantangan. Selain itu, Jokowi berharap Pemuda Muhammadiyah menjadi garda terdepan dalam perubahan.
“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pionir dalam mewujudkan Indonesia maju,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan penanganan dampak pandemi COVID-19 merupakan tantangan besar bagi bangsa Indonesia untuk terus mewujudkan cita-cita Indonesia maju.










