MOSKWA, KALIMANTANLIVE.COM – Protes keras invasi Rusia ke Ukraina, hampir 7.000 ilmuwan, matematikawan, dan akademisi Rusia pada Kamis (3/3/2022) menandatangani surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Vladimir Putin.
Riaksi ilmuwan ini karena prihatin dengan reaksi global besar-besaran terhadap invasi Rusia seminggu yang lalu turut memengaruhi berbagai proyek ilmiah, termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional dan misi Rusia-Eropa yang direncanakan untuk mendaratkan penjelajah di Mars.
# Baca Juga :Pasukan Rusia Kuasai PLTN Zaporizhzhia Ukraina, Presiden Zelensky Desak Eropa Bertindak
# Baca Juga :Diblokir di Beberapa Platform, Media Milik Rusia Tayang di Rumble
# Baca Juga :Pengusaha Rusia Ini Tawarkan Rp14,4 M kepada Perwira Militer untuk Bawa Kepala Vladimir Putin
# Baca Juga :8 Negara yang Senang Rusia Invasi Ukraina, dari Myanmar hingga China, Iran Sebut NATO Sebagai Provokator
“Kami, para ilmuwan Rusia dan jurnalis sains, memprotes keras invasi militer ke Ukraina yang diluncurkan oleh angkatan bersenjata Rusia,” kata surat terbuka yang diterbitkan pada Selasa (1/3/2022) di situs berita trv-science.ru.
Lebih dari 6.900 penandatangan tersebut berisiko didenda atau dipenjara, karena otoritas Rusia mengadopsi undang-undang yang membuat mereka berhak menindak warga yang mengkritik pemerintah.
Parlemen Rusia pekan ini juga nengadopsi undang-undang lain yang akan memperketat hukuman karena mengkritik perang di Ukraina.
“Nilai-nilai kemanusiaan adalah fondasi di mana sains dibangun. Bertahun-tahun yang dihabiskan untuk memperkuat reputasi Rusia sebagai pusat matematika terkemuka benar-benar hancur,” tulis surat tersebut dikutip dari kantor berita AFP.
Surat itu menunjukkan bahwa Kongres Internasional Matematikawan, yang Rusia dijadwalkan menjadi tuan rumah pada Juli, dibatalkan karena invasi.
Surat tersebut juga menyebut Rusia “agresor militer dan, karenanya, negara kejam”.







