RANTAU, KALIMANTANLIVE.COM – Bentuk protes kepada beberapa perusahaan tambang dan angkutan batu bara yang dinilai kurang memperhatikan kepentingan warga, ratusan masyarakat dari tiga desa yakni Desa Pantai Cabe, Salam Babaris, dan Suato Baru menggelar aksi damai dengan menutup dua Jalan Hauling.
Jalan Hauling ini merupakan akses untuk melintas ke Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Sabtu, (05/03/2022).
Kordinator aksi, Zani mengatakan aksi damai penutupan jalan hauling ini sebagai bentuk protes kepada pihak perusahaan agar dapat memperhatikan kepentingan umum.
# Baca Juga :Ban Mobil Mengenai Gorong-gorong, Truk Bermuatan Batu Bara Terbalik di HST
# Baca Juga :ESDM Cabut Sanksi Larangan Ekspor Batu Bara 18 Perusahaan Kakap Termasuk Adaro & Borneo Indobara
# Baca Juga :Pemerintah Indonesia Akhirnya Cabut Larangan Ekspor Batu Bara Gara-gara Diprotes Jepang, Korea Selatan dan Filipina
# Baca Juga :Presiden Jokowi Cabut Ribuan Izin Usaha Tambang Batu Bara, Diantaranya di Kalsel, Kalteng dan Kaltim
“Para supir angkutan yang melintas di jalan desa atau crossing, sering semena-mena tanpa melihat-lihat terlebih dahulu apakah ada warga yang lewat atau tidak,” jelasnya.
Zani mengatakan bahkan kebanyakan warga yang melintas lebih dahulu mengalah padahal ini jalan Kabupaten.
“Yang penting adalah mendahulukan masyarakat yang melintas bukan angkutan batu bara,” lanjutnya.
Ia mengatakan dengan aksi ini masyarakat di tiga desa yang sering dilalui angkutan batubara yakni Desa Pantai Cabe, Salam Babaris, dan Suato Baru mengharapkan perhatian dari pihak perusahaan dan angkutan.
“Kita sampaikan lima tuntutan, dan yang paling penting diperhatikan adalah penjagaan di crossing,” jelasnya.
Ia mengatakan penjagaan di crossing harus dilaksanakan selama 24 jam atau sesuai jam kerja hauling karena tidak sedikit sering terjadi kecelakaan di beberapa titik lokasi.







