Dokumen Rahasia Serangan Rusia Direbut Pasukan Ukraina, Terungkap Bahwa Perang Direncanakan 15 Hari

KIEV, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah dokumen penting rencana serangan Rusia ditinggalkan pasukan Vladimir Putin di lokasi pertempuran, kemudian disita pasukan tempur Ukraina.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Ukraina dan mengatakan angkatan bersenjatanya telah menyita rencana pertempuran rahasia yang ditinggalkan tentara Rusia.

# Baca Juga :MUNGKINKAH Perang Rusia vs Ukraina Menyebabkan Terjadinya Kiamat Nuklir, Ini Fakta-faktanya

# Baca Juga :Akses Media Milik Negara Dibatasi, Facebook Diblokir di Rusia

# Baca Juga :Negaranya Diserang Rusia, Restoran Ukraina di Hong Kong Kebanjiran Tawaran Bantuan

# Baca Juga :Merebut Kota-kota di Ukraina, AS Sebut Rusia akan Kerahkan 1.000 Tentara Bayaran

Dokumen yang diunggah ke Facebook oleh kementerian Pertahanan Ukraina diklaim menunjukkan rencana serangan Rusia ke Ukraina yang akan berlangsung 15 hari.

Isinya menunjukkan rencana perang salah satu unit kelompok taktis batalyon Brigade Infanteri Angkatan Laut Pengawal Terpisah ke-810 dari Armada Laut Hitam Rusia, menurut kementerian negara itu.

Lebih lanjut dikatakan bahwa peta invasi Rusia, tabel tanda panggilan, dan daftar personel ada dalam dokumen.

Unggahan Facebook kementerian mengikuti pengungkapan serupa di situs media sosial oleh Operasi Pasukan Gabungan Ukraina.

“Berkat tindakan sukses salah satu unit Angkatan Bersenjata Ukraina, Rusia tidak hanya kehilangan peralatan dan pasukan,” kata kementerian pertahanan.

“Dalam serangan panik, mereka meninggalkan dokumen rahasia.”

Kementerian itu mengatakan bahwa berdasarkan dokumen, Rusia menyetujui invasi ke Ukraina pada 18 Januari.

Operasi itu dimaksudkan untuk berlangsung 15 hari dari 20 Februari hingga 6 Maret, kata kementerian itu berdasarkan tinjauan dokumen.

Insider yang mempublikasikan berita ini tidak dapat memverifikasi kesimpulan ini secara independen.

Salah satu dokumen yang diunggah tampaknya bertanggal 18 Januari, sebulan penuh sebelum Rusia menyerang.