Tulis itu menceritakan putri duyung ditangkap jaring nelayan di laut Prefektur Kochi. Para nelayan yang menangkap tidak tahu yang ditangkap adalah putri duyung lalu membawanya ke Osaka dan menjualnya seperti ikan biasa.
“Nenek moyang saya membeli dan menyimpannya sebagai harta keluarga,” tulis surat itu.
Mumi itu sekarang disimpan di kuil Enjuin di Asakuchi. Namun belum diketahui pasti bagaimana rute perjalanannya sampai ke sana.
Meski bernuansa mistis, Kinoshita, percaya mumi itu merupakan produk yang diproduksi para periode Edo antara 1603 – 1867.
“Tentu saja, saya tidak berpikir ini adalah putri duyung sungguhan. Saya pikir ini dibuat untuk ekspor ke Eropa semasa periode Edo, atau untuk penggemar di Jepang,” kata dia.
Legenda soal putri duyung dikatakan berada di Eropa, China, Jepang, dan seluruh dunia. Kinoshita membayangkan pada saat itu banyak orang tertarik atas hal ini.
“Saya berpikir itu terbuat dari hewan hidup dan kami ingin mengidentifikasinya dengan CT scan atau tes DNA,” ucapnya.
“Itu terlihat seperti ikan dengan sisik di tubuh bagian bawah dan primata dengan tangan dan wajah di tubuh atasnya,” kata dia lagi.
Spesimen serupa diketahui dipamerkan P.T Barnum, yang kehidupannya menginspirasi film The Greatest Showman pada 2017, di museum miliknya di New York sebelum terbakar pada 1865.
Mumi itu dibuat dari tubuh dan kepala monyet kemudian dijahit ke sebagian tubuh ikan.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia







