JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Wacana penundaan Pemilu 2024 kembali mencuat, Presiden Joko Widodo mulai menunjukkan sikap permisif terhadap wacana tersebut.
Sejumlah pakar politik menilai kegamangan Jokowi itu bisa dibaca sebagai sinyal persetujuan terhadap usulan tersebut, berbeda dari sikap Jokowi sebelumnya saat menghadapi isu serupa.
Isu perpanjangan masa jabatan atau tiga periode Presiden Jokowi memang sudah dua kali mencuat di tiga tahun pertama periode kedua Jokowi.
# Baca Juga :Golkar Target Raih 20 Persen Kursi DPR RI dan Jadikan Airlangga Hartarto Presiden di Pemilu 2024
# Baca Juga :Target Menang Pemilu 2024, Paman Birin Ingatkan Pengurus Golkar Kalsel Jangan Menggunting dalam Lipatan
# Baca Juga :Sahrujani Bertekad Membawa Partai Golkar HSU Kembali Memenangkan Pemilu 2024
# Baca Juga :BREAKING NEWS Pelaksanaan Pemilu 2024 Digelar 14 Februari sedang Pilkada Serentak 27 November
Pertama kali wacana itu muncul pada akhir 2019, saat sejumlah kelompok mendorong perpanjangan masa jabatan presiden. Jokowi pun langsung menyatakan penolakan terhadap rencana itu.
“Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga [maknanya] menurut saya: Satu, ingin menampar muka saya; yang kedua, ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka; yang ketiga, ingin menjerumuskan,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Desember 2019.
Isu tersebut kembali bergulir pada Maret 2021. Kala itu, mantan Ketua MPR Amien Rais menyebut ada rencana besar dari Istana untuk memperpanjang masa jabatan Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo itu pun kembali menyatakan penolakan. Jokowi menegaskan dirinya adalah produk pemilihan langsung yang menjadi amanat UUD 1945 pascareformasi. Dia mengaku tak berminat untuk menambah masa jabatan.
Akhir-akhir ini, isu tersebut kembali muncul. Dua ketua umum partai pendukung pemerintah dengan tegas mengusulkan penundaan Pemilu 2024, dengan alasan Indonesia belum pulih dari pandemi Covid-19. Satu ketua partai lainnya memberikan sinyal serupa.
Jokowi belum bersuara secara terbuka. Akhir pekan lalu dia hanya bicara kepada Harian Kompas soal sikapnya terhadap wacana tersebut. Kata Jokowi, dia taat kepada konstitusi.
Meski demikian, Jokowi agak berbeda. Tak ada lagi penolakan. Bahkan, ia bilang usulan penundaan Pemilu 2024 bagian dari demokrasi.







