PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Banjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan membuat beberapa permukiman warga terendam, dengan ketinggian air antara 1 sampai 1,5 m.
Sebanyak tiga kecamatan terdampak banjir di Tanahlaut, di antaranya Kecamatan Panyipatan, Kecamatan Takisung, dan Kecamatan Pelaihari.
# Baca Juga :TRAUMA Banjir Rob, Puluhan Warga Takisung Kabupaten Tanahlaut Mengungsi, Didominasi Ibu-ibu dan Anak-anak
# Baca Juga :BPBD Balangan Pantau Debit Air Sungai, Kawasan Kecamatan Juai Masuk Waspada Banjir
# Baca Juga :Korban Tewas Sudah 150 Orang, Badai di Petropolis Brazil Akibatkan Banjir dan Longsor
# Baca Juga :Hujan Lebat, Kabupaten Ketapang Kalbar Terendam Banjir, Sebanyak 16.811 Warga Terdampak
Kantor Pencarian dan pertolongan (Basarnas) Banjarmasin menerjunkan satu tim untuk memantau dan mengantisipasi apabila ada warga terdampak banjir membutuhkan pertolongan maupun evakuasi.
Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin Al Amrad, S.Sos mengatakan tim disiagakan untuk memberikan pertolongan dan mengevakuasi warga Tanahlaut yang daerahnya terdampak bencana banjir di Kalsel
“Satu tim Rescue Basarnas Banjarmasin menuju lokasi kejadian Banjir Kalsel pada pukul 17.40 Wita untuk melaksanakan evakuasi warga terdampak banjir,” katanya, Selasa (8/3/2022) dinihari.
Berdasarkan laporan yang diterima, intensitas hujan yang cukup tinggi dengan durasi lama, mengakibatkan beberapa permukiman warga terendam, dengan ketinggian air antara 1 sampai 1,5 m.
Ada tiga kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Panyipatan, Kecamatan Takisung, dan Kecamatan Pelaihari.
Menurut informasi tim di lapangan melalui koordinator lapangan Suwarto, tim telah berhasil melakukan evakuasi warga yang terdampak di Desa Karang Jawa, kemudian dibawa menuju halaman Desa Batu Tungku.
“Kami sempat mengevakuasi ibu-ibu dan anak-anak, tapi banyak juga warga yang memilih mengungsi ke rumah sanak keluarganya yang tidak terkena banjir,” ujar Suwarto.
Tim Rescue Basarnas Banjarmasin pun tetap bersiaga di posko SAR Gabungan, yang ada di Kantor BPBD Tanahlaut.
Di posko tersebut terdiri dari beberapa tim rescue lainnya, di antaranya BPBD Tanahlaut, TNI/Polri, Dinas Sosial Tanahlaut, PMI Tanahlaut, dan rekan potensi SAR lainnya.
“Semoga banjir bisa berangsur surut, agar warga dapat beraktivitas kembali dengannormal,” ha rapnya.










