JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menerbitkan daftar dan ciri penceramah radikal.
Langkah itu dilakukan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir keberadaan pendakwah radikal pada Rapat Pimpinan TNI-Polri baru-baru tadi.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menilai kriteria penceramah radikal yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) cuma buat kontroversi.
# Baca Juga :Jokowi Tidak Hanya Melarang Istri TNI-Polri Undang Penceramah Radikal, Juga Ingin Mendukung Pemindahan IKN
# Baca Juga :Larangan-larangan Jokowi untuk TNI-Polri: WA TNI Jangan Bahas Tolak IKN, Jangan Undang Ustadz Radikal dan Lainnya
# Baca Juga :Pemuda Muhammadiyah: Jokowi Cukup Dua Periode untuk Beri Ruangan Kepada yang Berkualitas
# Baca Juga :PENGAMAT: Jokowi Malu-malu Tapi Mau Soal Penundaan Pemilu 2024
“Daftar dan ciri-ciri tersebut justru menimbulkan kontroversi dan kegaduhan yang tidak perlu,” kata Abdul, Senin (7/3).
Abdul menduga ciri-ciri penceramah radikal yang disebut BNPT itu nama-namanya sudah dikenal luas masyarakat.
Bahkan, di antara penceramah itu turut memiliki akun media sosial dan materi ceramah yang pengikutnya berjumlah jutaan.
“Kriteria dan nama Ustaz yang radikal versi BNPT tidak akan berpengaruh kepada masyarakat,” ucap dia.
Berangkat dari itu, Abdul menekankan pemerintah seharusnya terus menimbulkan sikap kritis kepada masyarakat.
Hal itu bertujuan agar masyarakat tak langsung mengikuti sembarangan penceramah dan bisa membandingkan satu dengan lainnya.
“Sikap kritis dan cerdas inilah yang perlu ditanamkan kepada masyarakat,” ucap dia.
Sebelumnya, Direktur Pencegahan BNPT Ahmad Nurwakhid menerbitkan sejumlah ciri penceramah radikal.
Langkah itu dilakukan setelah Presiden Joko Widodo menyindir keberadaan pendakwah radikal dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri baru-baru ini.







