KALIMANTANLIVE.COM – Serangan jet tempur Rusia ini diklaim berhasil menghancurkan infrastruktur militer Ukraina seperti dalam rekaman videonya dirilis pada Minggu (6/3/2022).
Dalam serangan itu, Rusia menggunakan “burung besi” atau jet tempur andalan untuk menggempur di wilayah Ukraina.
Pesawat jet Sukhoi menjadi alat tempur udara andalan Rusia. Negara itu punya berbagai jenis Sukhoi (SU), di antaranya Su-34.
# Baca Juga :MENLU Rusia dan Ukraina Bakal Bertemu di Turki Jelang ADF, Mungkinkan Bisa Menuju Perdamaian?
# Baca Juga :Tak Hanya Facebook, Instagram, Kini TikTok Ikut Blokir Unggahan Video di Rusia
# Baca Juga :Presiden Rusia Vladimir Putin Bersedia Setop Invasi ke Ukraina, Tapi Ada Syaratnya
# Baca Juga :DOLLAR AS Menguat ke Level Tertinggi sejak 2020 Dampak dari Invasi Rusia ke Ukraina
Sukhoi Su-34 merupakan platform pesawat tempur pengebom atau serangan dua kursi generasi empat yang didedikasikan berdasarkan pada seri pesawat tempur superioritas udara Su-27 “Flanker” yang sangat diandalkan Angkatan Udara Rusia.
Saat ini, Indonesia memiliki cukup banyak peralatan keamanan dari Rusia. Setidaknya ada 16 jet tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 yang dioperasikan oleh TNI AU. Selain itu, TNI Angkatan Darat juga mengoperasikan helikopter Mi-35P dan Mi-17V.
Bahkan, Indonesia juga sempat tertarik untuk mendatangkan jet tempur Sukhoi Su-35 serta tank BMP-3F dan BT-3F meski batal.
Keluarga pesawat Flanker berdasarkan rancangan Biro Desain Sukhoi pada 1970an dan mulai beroperasi pada Desember 1984, setelah melahirkan beberapa peran tempur yang mumpuni termasuk Su-33 (“Flanker-D”).
Su-34 dianggap sebagai jet tempur yang telah mengalami pembaruan yang sempurna bagi Rusia.
Insinyur Sukhoi imempertahankan sebagian besar pengaturan jet tersebut yang pengendalian semudah Su-27, namun lebih canggig.
Para insinyur juga memasang canard sayap depan di depan elemen sayap utama untuk meningkatkan stabilitas demi meningkatkan kemampuan manuver.
Kokpit Su-34 juga dibuar t modern, serba kaca yang didominasi tampilan CRT dan menggunakan teknologi avionik Rusia terbaru serta sistem pemrosesan digital.







