KALIMANTANLIVE.COM – Indonesia memiliki enam wakil pada German Open 2022 dari semula 20 wakil ke turnamen BWF World Tour Super 300.
Pada German Open 2022 yang digelar 8-13 Maret di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, menjadi ajang persaingan para pebulu tangkis dunia.
Keenam wakil Indonesia adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito (tunggal putra), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso (ganda campuran).
# Baca Juga :HASIL Drawing dan Jadwal German Open 2022, Indonesia Tanpa Marcus/Kevin & Ahsan/Hendra, Rusia Dilarang!
# Baca Juga :GERMAN Open 2022 – Daftar 4 Pasangan Baru Ganda Indonesia, Greysia dan Apriyani Dipisah, Marcus-Kevin Absen!
# Baca Juga :JADWAL German Open 2021 Hari Ini: 5 Wakil Indonesia Fikri/Bagas & Gregoria Mariska dkk, LIVE TVRI
# Baca Juga :Korea Open 2022, Ini Daftar Skuad Indonesia: Apriyani Rahayu Bareng Duet Baru Lagi, Tunggal Putri Absen
Sedangkan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja gagal berlaga pada German Open 2022.
Apriyani/Fadia tidak jadi berangkat karena Apriyani mengalami cedera betis. Sementara itu, Praveen/Melati dan Dejan/Gloria mundur karena positif Covid-19.
Anthony Ginting dijadwalkan melawan Rasmus Gemke (Denmark), Jonatan bakal bertemu dengan pemain muda Malaysia, NG Tze Yong, sementara Shesar akan bertanding melawan Lee Cheuk Yiu (Hong Kong).
Satu-satunya wakil di sektor ganda putra, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, menjumpai Jeppe Bay/Lasse Molhede (Denmark).
Satu hari menjelang German Open, tim Indonesia berkesempatan melakukan tes lapangan pertandingan di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Senin (7/3/2022). Tes lapangan berlangsung singkat, hanya berdurasi 60 menit.
Pebulu tangkis ganda putra, Fajar Alfian, mengaku singkatnya waktu menjajal lapangan sebenarnya tidak cukup untuk memaksimalkan adaptasi.
“Adaptasi di main hall seperti biasa, kita mencoba lapangan bertanding dengan melihat silau apa tidaknya dan melihat arah angin untuk laju shuttlecock,” kata Fajar.
“Waktunya memang singkat, kalau saya rasa kurang ya. Harusnya minimal ada dua kali latihan di sini. Tapi semua negara juga sama, hanya satu kali. Jadi kami memang harus coba maksimalkan,” ucap Fajar.










