JAKARTA, Kalimantanlive.com – Pilih fokus sebagai Rais Aam PBNU 2021-2026, KH Miftachul Akhyar mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
KH Miftachul Akhyar telah mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan Ketum MUI.
Keputusan mundur ini disampaikan Miftachul Akhyar saat memberikan pengarahan dalam rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat.
“Di saat Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami’na wa atha’na. Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan,” ujar Miftachul seperti dikutip dari situs NU Online, Rabu (9/3/2022).
BACA JUGA :
Ketum Hipmi Mardani Maming Ditunjuk Jadi Bendahara, Ini Daftar Lengkap Pengurus PBNU
BACA JUGA:
Jokowi ke Balikpapan Naik Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Hadiri Pengukuhan PBNU 2022-2027
BACA JUGA:
Ketua MUI Pusat Cholil Nafis : Dzikir Hasbunallah Wani’mal Wakil, Bukan untuk Persiapan Perang
Lantas siapa yang bakal menggantikan Miftachul?
“Belum ada aturan tentang mekanisme pengunduran diri. Nanti akan dibahas. Apakah bisa, apa tidak,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam, lewat pesan singkat, Rabu (9/3/2022).
Niam menjelaskan surat pengunduran diri Miftachul akan dibahas terlebih dahulu. Pembahasan dilakukan dengan merujuk pada aturan di internal MUI.
“Surat pengunduran diri tersebut akan dibahas dalam rapat dengan merujuk pada aturan organisasi,” ujar Niam sebagaimana dilansir detik,com.







