BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Akibat kesulitan mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar, sejumlah supir angkutan yang tergabung dalam DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi demo, Rabu (9/3/2022) siang.
Sama seperti demo sebelumnya, para supir ini melakukan aksi unjuk rasa terkait dengan sulitnya mendapatkan BBM berupa solar.
Aksi kali ini dilakukan di depan Kantor Pertamina Cabang Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat, dan mereka pun membawa puluhan armada truk berukuran besar.
# Baca Juga :BREAKING NEWS Mulai Hari Ini 3 Maret 2022, Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Pertamax Turbo di Kalsel Rp 14.800
# Baca Juga :DAFTAR Harga BBM Terbaru: Pertamina, Shell, BP dan Vivo per Maret 2022, Ada yang Naik Jadi Rp 14.990 per Liter
# Baca Juga :HARGA BBM Terbaru di Kalsel: Pertamax Turbo Rp 13.750, Dexlite Rp 12.400, dan Pertamina DEX Rp 13.450.
# Baca Juga :Luncurkan Honda Vario 160, AHM Suntik Mati Vario 150, Mesin Lebih Besar Tapi Irit BBM
Perwakilan supir dan juga pengurus DPD Organda Kalsel pun kemudian ditemui oleh PT Pertamina, bersama Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor.
Usai melakukan pertemuan dan mediasi, para supir dan juga pengurus DPD Organda Kalsel pun kembali berkumpul di depan kantor Pertamina Cabang Banjarmasin.
Dan dalam kesempatan tersebut, salah seorang perwakilan pengurus supir armada melalui pengeras suara menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan aksi mogok alias tidak memuat barang hingga beberapa hari ke depan dan diamini oleh puluhan supir yang hadir berunjuk rasa saat itu.
“Kita tidak bekerja per hari ini hingga lima hari, karena kita tidak dapat BBM Solar. Dan sambil menunggu adanya keputusan,” kata perwakilan pengurus sopir, Eweh.
Ketua DPD Organda Kalsel, Edy Sucipto menerangkan aksi tersebut dilakukan oleh para supir karena sulitnya mendapatkan BBM Solar. Sementara beli di luar SPBU harganya jauh lebih mahal.
“Selama ini anggota kita kesulitan mendapatkan BBM Solar, bahkan mengantre bisa sampai lima hari,” katanya.
Terkait kondisi ini pula, Edy menambahkan pihaknya pun meminta ada layanan khusus untuk mengakomodir keperluan supir.
“Kita berharap ada layanan khusus. Kita membeli tidak minta, tapi ada jalur khusus,” jelasnya.







