BATULICIN, kalimantanlive.com – Cuaca yang buruk membuat para nelayan Tanah Bumbu kesulitan melaut.
Musim barat menjadi tantangan terberat bagi para nelayan, karena mereka tak bisa mencari tangkapan dan berimbas pada pendapatan.
Meski masih ada yang tetap memilih melaut dan ada yang memilih tidak melaut demi lesematan diri.
Bagi Sudir Dewa, nelayan yang baru tiba di Pelabuhan Pembongkaran Ikan (PPI) Batulicin, mengakui cuaca buruk di laut.
Angin barat, angin kencang dan gelombang cukup besar menjadi tantangan berat setiap tahunnya dan risiko terberatnya.
“Pendapatan menurun, karena cuaca buruk. Tetapi ini lah yang harus kami jalani, di sini kami mencari rezeki,” katanya, Selasa (8/2/2022).
Bila tak melaut, lanjutnya, tidak akan mendapatkan uang.
BACA JUGA: Kerusakan Jembatan Desa Lingsir Balangan Semakin Parah Setelah Truk Angkutan Barang Terperosok
Sebab itu, hujan badai menjadi hal biasa yang harus dilewati meskipun nyawa jadi taruhannya.
“Tak melaut tak ada uang. Mungkin begitu prinsipnya, ini lah pekerjaan kami walau angin barat,” katanya.
Serupa, dengan Sudir, Sandi juga mengungkapkan hal yang sama.
Pendapatan selama musim barat jauh menurun dibandingkan hari biasanya.
“Musim barat memang sangat mempengaruhi pendapatan dan harga tetap sama. Tapi ini lah perjuangan kami untuk menghidupi keluarga, ” katanya.
Editor: M Khaitmai
Sumber: Banjarmasinpost.co.id







