BARABAI, kalimantanlive.com – Berbagai upaya sudah dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dibantu Polres dan Kodim 1002 HST memaksimalkan penggunaan vaksin yang masa pakainya nyaris habis.
Bahkan Razia terhadap pengendara sepeda motor hingga mobil, pedagang dan pengunjung pasar pun gencar dilakukan.
Meski demikian, sempitnya waktu penyaluran setelah vaksin dikirim ke daerah, membuat tak semua vaksin tersebut bisa dihabiskan.
Dinas Kesehatan HST pun mengakui, ada total 1.700 dosis vaksin kedaluarsa.
Vaksin merek astrazeneca itupun disimpan di Gudang Farmasi milik Dinkes.
BACA JUGA: Basarnas Banjarmasin dan Tim Gabungan Evakuasi Warga, Begini Kondisi Banjir Tanahlaut Siang Ini
“Soal mau diapakan selanjutnya, apakah dimusnahkan atau bagaimana, sejauh ini belum ada petunjuk. Jadinya, disimpan digudang saja,”kata Plt Kepala Dinas Kesehatan HST, Mursalin, Rabu (9/3/2022).
Sebelumnya berdasarkan data DInkes HST, 3 Maret 2022 lalu, pihaknya menerima kiriman 50 vial vaksin astrazeneca yang masa kedaluarsanya 7 Maret 2022.
Sedangkan stok sebelumnya dengan merek yang sama, ada 840 vial yang kedaluarsa pada 3 Maret 2022.
Vaksin tersebut merupakan stok pada 22 Februari 2022.
BACA JUGA: Gunung Merapi Batuk-batuk dan Semburkan Awan Panas Hari Ini, Hujan Abu Terpa Wilayah Jawa Tengah
Sedangkan stok terbaru yang diterima langsung dari Kemenkes atas permohonan Bupati HST adalah 109.000 lebih dosis untuk Sinovac, yang akan digunakan untuk anak-anak dan vaksinasi dosis pertama.
Adapun cakupan vaksinasi sampai Rabu ini, untuk dosis I sebanyak 86,60 persen, dosis ke 2, sebanyak 46, 52 persen, vaksinasi anak 54, 61 persen, lansia 74,05 persen dan boster 4,24 persen.
Selain Sinovac, ketersediaan vaksin saat ini adalah jenis Pfizer.
Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id








