Sedangkan di sektor tenggara, daerah potensi bahaya meliputi 3 kilometer ke arah Sungai Woro dan 5 kilometer ke arah Sungai Gendol.
Untuk lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Gunung Semeru ini kerap mengeluarkan awan panas.
Selain Gunung Semeru, kini Gunung Merapi juga mengeluarkan awan panas guguran pada hari Minggu (12/12/2021).
Guguran awan panas dari Gunung Merapi tetap harus diwaspadai.
Apalagi jarak luncurnya mencapai 2.000 meter atau 2 Km ke arah barat daya.
Sementara itu dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 12 Desember 2021 pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB, teramati terjadi guguran lava pijar sebanyak tiga kali.
Jarak luncur guguran lava pijar maksimum 1.000 meter ke arah barat daya.
Hanik membeberkan, Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau siaga.
Status ini bertahan sejak 5 November 2020.
Terkait kondisi Gunung merapi, BPPTKG meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.
“Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi,” jelas dia.
Mendaki gunung Merbabu dari jalur Gancik Boyolali akan tampak pemandangan keindahan Gunung Merapi, Sabtu (29/7/2017)
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







