Sempat mengeluh sakit dada
Kasiyono menuturkan, korban berangkat dari rumahnya dengan berjalan kaki menuju Alfamidi sekitar pukul 07.00 Wita.
Rumahnya hanya berjarak sekitar 80 meter dari minimarket.
Korban ternyata sempat mengeluh sakit dada sebelum berangkat ke minimarket tersebut.
“Sebelum berangkat, ibu ini sempat pamit sama suaminya. Dia mengeluh sakit dada. Sempat diurut suami pakai minyak kayu putih. Sempat dilarang suaminya, tapi korban bilang ‘enggak masalah, kalau ramai saya enggak beli’,” tutur Kasiyono menirukan ucapan korban.
Setibanya di lokasi, warga ternyata sudah memadati di depan minimarket.
Sandra berdiri agak terpisah dari kerumunan. Ia tiba-tiba jatuh pingsan dan sempat mengalami kejang-kejang.
Warga yang berada di lokasi lalu memberi pertolongan menuju rumah sakit RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb. Sayangnya nyawa Sandra tak tertolong selama dalam perjalanan.
“Kata saksi di lokasi, ibu ini sempat batuk-batuk, kemudian jatuh pingsan,” terang Kasiyono.
Berdasarkan keterangan sang suami, korban memiliki riwayat penyakit asma.
Kini korban sudah di rumah duka dan akan langsung dimakamkan pada hari ini, Sabtu.
Penjelasan Mendag Terkait Langkanya Minyak Goreng
Persoalan minyak goreng hingga saat ini belum mampu diselesaikan oleh pemerintah. Masyarakat masih sulit memperoleh minyak goreng di pasaran.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi mengatakan, sebenarnya stok minyak goreng yang dimiliki pemerintah cukup bahkan melimpah yang dihasilkan dari penerapan kebijakan DMO (domestic market obligation) dan DPO (domestic price obligation).
“Ini kita bicara seluruh Indonesia, 390 juta liter ini untuk seluruh Indonesia, per kemarin itu sudah 415 juta liter hanya dalam 20 hari,” ujar Mendag Muhammad Luthfi saat melakukan kunjungan ke Pasar Kebayoran Lama, Rabu (9/3/2022).







