PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Elpiji subsidi 3 kg sebenarnya diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha kecil menengah di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Namun karena kenaikan harga elpiji nonsubsidi 5,5 kg dan 12 kg membuat elpiji subsidi 3 kg banyak diserbu masyarakat.
Masyarakat banyak beralih ke elpiji 3 kg karena harga yang lebih murah dan terjangkau.
# Baca Juga :Distribusi Terhambat, Banua Enam, Bartim hingga Murungraya Terancam Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
# Baca Juga :Konflik Rusia-Ukraina, Pertamina Tak Naikkan Harga LPG 3 Kg dan Tetap Mengacu pada HET
# Baca Juga :Harga LPG Non Subsidi Naik Jadi Rp 15.500 Per Kg, Mau Tahu Daftar Lengkapnya Klik Link Ini, di Kalsel?
# Baca Juga :Distiribusi Gas Elpiji Terhambat, Komisi III DPRD Kalsel Desak Pengerjaan Jembatan Salim Km 50 Dikebut
Oleh karenanya untuk mengantisipasi kelangkaan dan tak tepat sasaran elpiji subsidi 3 kg, Pemerintah Kota Palangkaraya berencana menerapkan sistem pembagian kupon.
Keseluruh RT-RT yang ada di kelurahan masing-masing. Hal itu diungkapkan Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Palangkaraya Hadriansyah.
“Bentuk pengawasan dari kami untuk mengantispasi tak tepat sasaran dan kelangkaan di elpiji subsidi 3 kg akan menerapkan pembagian kupon kepada warga kurang mampu,” jelas kepada Tribunkalteng.com, Sabtu (12/3/2022).
Hadriansyah membenarkan kenaikan harga elpiji nonsubsidi 5,5 kg dan 12 kg banyak warga yang mampu beralih untuk menggunakannya.
Bahkan permainan di pangkalan elpiji pun terjadi dengan menaikan harga melebihi harga eceran tertinggi (HET) dan tak tepat ke masyarakat kurang mampu.
Hal tersebut terungkap berdasarkan laporan warga, yang keberatan dan mengetahui aksi pangkalan nakal menjual elpiji subsidi 3 kg kepada warga yang tak mampu.
“Hal-hal semacam itu menjadi bahan pengawasan kita di lapangan, termasuk penerapan pembagian kupon untuk dapat membeli elpiji subsidi 3 kg untuk warga kurang mampu,” ungkap mantan Sekcam Jekan Raya ini.
Tambahnya, secara regulasi teknis pihaknya akan mengajak setiap RT/RW diseluruh kelurahan untuk membahas hal tersebut.
Mulai dari pendataan warga yang harus selektif dan benar-benar dilihat apakah warga tersebut tidak mampu dan tepat mendapatkan elpiji subsidi 3 kg ini.
“Termasuk pengecekan rutin ke pangkalan elpiji ketersediaan dan penjualan elpiji subsidi 3 kg sudah tepat sasaran,” pungkas Hadriansyah.
editor : NMD
sumber : kalteng.tribunnews.com







