KYIV, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah unggahan video memperlihatkan pengakuan seorang pilot Rusia yang diperintahkan untuk menyerang target sipil pada perang Rusia-Ukraina.
Video yang tersebar di media sosial Ukraina itu menjadi viral dan mendapat banyak respons dari netizen.
Selama konferensi pers yang disiarkan oleh Interfax Ukraina, pilot Rusia, yang menyebut namanya sebagai Maxim Krishtop, menjelaskan bagaimana dia mengetahui dan menjalankan perintahnya, sebelum ditembak jatuh pada 6 Maret dan ditangkap oleh pasukan Ukraina.
# Baca Juga :Bila WNI Ikut Bertempur Bantu Ukraina Melawan Rusia Statusnya Kewarganegaraannya Dicopot
# Baca Juga :AS Kirim Rudal Patriot ke Polandia, Ukraina Buka Pintu Warga Asing Perang Lawan Rusia
# Baca Juga :Dukung Ukraina, Pepsi, Coca-Cola, McDonald’s dan Starbucks Setop Operasi di Rusia
# Baca Juga :Imbas Invasi ke Ukraina, Netflix Tak Bisa Lagi Dinikmati di Rusia
“Dalam proses menyelesaikan tugas, saya menyadari bahwa targetnya bukan fasilitas militer musuh, tetapi bangunan tempat tinggal, orang-orang yang damai,” kata dia sebagaimana dilansir Newsweek pada Jumat (11/3/2022).
“Tapi saya melaksanakan perintah pidana,” kata Krishtop, seorang letnan kolonel dan wakil komandan Resimen Penerbangan ke-47, menambahkan bahwa dia ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Ukraina dan ditawan.
Dia mengklaim melakukan tiga misi pengeboman di Ukraina. Beberapa di antaranya melibatkan FAB-500, bom yang dijatuhkan dari udara era Soviet dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi.
Pilot Meminta Pengampunan
“Saya menyadari besarnya kejahatan yang dilakukan oleh saya. Saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Ukraina atas kemalangan yang kami bawa kepada mereka,” katanya.
Dia pun mengeklaim akan akan melakukan segala daya untuk mengakhiri perang ini secepat mungkin, dan membawa mereka yang bertanggung jawab atas genosida Ukraina ke pengadilan.
“Saya juga mendesak semua personel militer Federasi Rusia untuk berhenti melakukan kejahatan militer terhadap rakyat Ukraina yang damai.”










