BANJARMASIN, kalimantnlive.com – Puluhan personel Satpol PP Banjarmasin diturunkan untuk menertibkan dan membersihkan warga yang bermukim di kolong Jembatan Antasari.
Salah satu penghuni yang ikut ditertibkan adalah Siti Zaleha.
Wanita paruh baya ini hanya bisa pasrah ketika barang-barang miliknya dikeluarkan oleh personel Satpol PP Banjarmasin, Senin (14/3/2022) pagi.
“Sudah sekitar tiga tahun tinggal di sini, dan saya sudah tidak punya siapa-siapa. Suami sudah meninggal dan anak tidak punya,” ujar Siti Zaleha yang mengaku berasal dari Basarang, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Siti Zaleha menerangkan setiap hari dirinya bekerja serabutan sebagai pencari bawang di kawasan Pasar Harum Manis, dan terkadang mengumpulkan kardus.
“Uangnya cukup buat makan sehari-hari saja. Mau menyewa rumah tidak punya uang,” katanya.
BACA JUGA: Ritual Kendi Nusantara di IKN: Anis Bawa Tanah Gusuran Ahok hingga Pengasingan Sukarno
Barang-barang Zaleha pun diangkut oleh petugas kemudian diantarkan ke sebuah rumah warga yang mau menampung sementara.
“Sementara ikut orang yang mau menampung. Nanti kalau ada uang baru menyewa rumah. Dan kalau tinggal di rumah susun sewa (rusunawa) juga harus bayar sewa,” katanya.
Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin menerangkan kegiatan penertiban dan pembersihan di kolong Jembatan Antasari ini sudah beberapa kali dilakukan.
Bahkan menurutnya kawasan ini sudah pernah dipagar atau dipasang teralis besi, untuk mencegah ada yang masuk atau bermukim di kolong jembatan ini.
“Sudah pernah ditertibkan dan dipasang teralis, ternyata mereka bongkar. Kemudian ada laporan dari camat dan lurah, sehingga hari ini kita tindaklanjuti dengan penertiban. Sebelumnya ada sekitar 12 orang, dan kini sudah berkurang jumlah penghuninya menjadi sekitar empat sampai lima orang. Kemudian mayoritas warga luar Banjarmasin,” jelasnya.
Muzaiyin menambahkan sebelum melakukan penertiban tersebut, pihaknya sudah melakukan imbauan terlebih dahulu.
“Kita sudah melakukan pendekatan persuasif dengan memberikan imbauan,” katanya.
BACA JUGA: Ada 6 Gubernur Tak Hadir saat Jokowi Lakukan Prosesi Kendi Nusantara yang Digelar di IKN Kaltim
Beberapa alternatif pun lanjutnya ditawarkan kepada mereka yang menempati kawasan tersebut.
“Kita sudah menawarkan rumah singgah, kemudian ke rusunawa di Ganda Magfirah, dan kita juga memfasilitasi dengan angkutan untuk mereka pindah membawa barang-barangnya,” jelasnya.
Setelah membongkar dan mengeluarkan barang-barang dari kolong jembatan, petugas langsung melakukan penutupan pintu masuk yang sudah dibongkar.
“Teralis yang dijebol kita tutup permanen, kemudian juga pintu masuk di samping jembatan akan ditutup total juga,” pungkasnya.
Editor: M Khaitami
Sumber: Banjarmasinpost.co.id







