KALIMANTANLIVE.COM – Minyak goreng dalam beberapa pekan ini menjadi primadona emak-emak. Untuk mendapatkan komoditas ini emak-emak rela melakukan apa saja, bahkan hingga meregang nyawa.
Meski begitu tetap tak mudah untuk mendapatkannya, bahkan semakin hari pencarian minyak goreng murah semakin menjadi-jadi dan parah.
Bahkan seorang emak-emak di Jalan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur harus jadi korban dan meninggal dunia akibat asmanya kambuh saat hendak mengantre minyak goreng di minimarket.
# Baca Juga :Siap Salurkan 16.000 Liter di 6 Kelurahan, Kecamatan Pahandut Palangkaraya Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng
# Baca Juga :Belum Sempat Dapat Minyak Goreng, Ibu di Kaltim Keburu Dijemput Ajal, Mendag: Ada Oknum Menimbun
# Baca Juga :Pedagang Gorengan di Batola Keluhkan Masih Mahalnya Minyak Goreng
# Baca Juga :Jhonlin Group Bangun Pabrik Minyak Goreng Berkapasitas 160 Ton Per Hari di Tanahbumbu, Harganya?
Kondisi itu menjadi sinyal agar pemerintah segera menuntaskan masalah ini hingga harga minyak goreng kembali terjangkau.
Sejumlah strategi memang telah dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengatasi masalah minyak goreng itu, mulai dari memberlakukan kewajiban pemenuhan dalam negeri (DMO), kewajiban harga dalam negeri (DPO), menetapkan harga eceran tertinggi (HET), hingga menggelontorkan triliunan rupiah untuk minyak goreng.
Menteri Perdagangan M Lutfi mengklaim kebijakan yang ia keluarkan seharusnya bisa membuat pasokan minyak goreng melimpah. Namun, ternyata jurus gagal membuahkan hasil.
Minyak goreng tetap langka dan mahal. Melihat masalah minyak goreng yang tak teratasi itu, Jokowi pada akhir pekan lalu akhirnya turun gunung ke minimarket dan sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta.
Dalam aksi turun gunung itu, Jokowi memang menemukan pasokan minyak goreng langka di minimarket meski harganya sudah dibanderol Rp14 ribu.
Sementara itu di pasar tradisional, Jokowi mendapatkan fakta minyak goreng masih dijual dengan harga yang cukup tinggi; berkisar antara Rp14 ribu hingga Rp20 ribu per liter.







