UPDATE Keracunan Massal di Pulau Sewangi Alalak Batola, Makanan Positif Nitrit & Eschericia Coli, Bahayakah?

Keberadaan Nitrit sendiri pada makanan juga bisa terjadi karena ada bakteri yang dapat memproduksi enzim nitrat reduktase, hingga merubah nitrat menjadi nitrit.

Adapun keberadaan Bakteri Sthaphylococcus Aureus dan Eschericia Coli pada makanan dapat terjadi karena hygiene sanitasi yang tidak diperhatikan oleh penjamah atau pengolah makanan.

Seperti tangan yang kotor, mencuci bahan pangan dengan air yang terkontaminasi, pengolah makanan yang sakit flu, ada luka pada kulit yang tidak ditutup, tidak menutup dan mengamankan makanan yang siap saji, pemanasan kembali yang tidak sempurna atau memakan makanan yang mentah.

Dugaan ketiga pemicu terjadinya keracunan massal yang terkandung pada 11 sampel tersebut bisa tumbuh optimal pada kisaran suhu 5°C – 60°C.

Berkaca dari kejadian yang sempat menyebabkan puluhan orang dilarikan ke rumah sakit beberapa waktu lalu, Chandra juga menyampaikan perlu adanya upaya pencegahan. Agar tidak ada lagi kejadian serupa.

“Jadi untuk setiap kegiatan seperti peringatan hari besar keagamaan yg melibatkan masyarakat, perlu koordinasi dengan petugas kesling puskesmas setempat,” harap Chandra.

Ia pun menambahkan, ke depannya BBPOM bekerjasama dengan Dinkes Batola akan membentuk Desa Pangan Aman.

Dimana nantinya ada kader-kader ketahanan pangan yang dibentuk dapat lebih membantu untuk edukasi pangan aman di masyarakat.

editor : NMD
sumber : kalteng.tribunnews.com