Dengan berpulangnya almarhum, Lutfi merasa sangat kehilangan sosok pemimpin yang tegas dan kekeluargaan.
“Beliau sosok pemimpin yang tegas membina supaya anak buah menjadi baik. Kami merasa sangat kehilangan, sebagai pemimpin juga sebagai orangtua bagi kami,” katanya.
Lufti menceritakan saat-saat berjuang bersama H Abidin di Jakarta, sebelum Partai Gerindra, hingga awal pembentukan Partai Gerindra. “Itu merupakan moment yang tidak bisa dilupakan,” kata Lufti.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian









