PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1443 Hijriah atau Ramadhan 2022 jatuh pada Sabtu, 2 April 2022.
Nah, menjelang tibanya bula suci bangi umat Islam tersebut, sejumlah harga keperluan sehari-hari atau sembako di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah mengalami kenaikan.
Seperti dikutip dari banjarmasinpost.co.id, dalam beberapa pekan terakhir harga sembako sudah tidak stabil, beberapa jenis sembako mulai mengalami kenaikan bahkan ada yang mengalami kelangkaan.
# Baca Juga :Bank Kalsel, Forum Wartawan Ekonomi dan Mitra Bagikan Paket Sembako Gratis, Ini Respons Masyarakat
# Baca Juga :Bank Kalsel Bareng FWE akan Bagikan Paket Sembako Gratis Masyarakat Terdampak Covid-19
# Baca Juga :BREAKING NEWS Mulai Hari Ini 3 Maret 2022, Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Pertamax Turbo di Kalsel Rp 14.800
# Baca Juga :DAFTAR Harga BBM Terbaru: Pertamina, Shell, BP dan Vivo per Maret 2022, Ada yang Naik Jadi Rp 14.990 per Liter
Seorang Pedagang sembako di Pasar Besar, Helda, mengungkapkan kenaikan harga sembako sudah semingguan lebih.
“Harga sembako memang terjadi kenaikan sudah sekitar semingguan ini seperti beras, gula, telur dan untuk minyak goreng juga masih belum ada penurunan harga,”ujarnya.
Ia menjelaskan beras dan gula mengalami kenaikan harga sebesar Rp 1.000 sedangkan telur mencapai Rp 3.000
“Harga sebelumnya untuk telur perkilonya Rp 23.000 saat ini menjadi Rp 26.000 perkilonya, kenaikan ini berlansung sekitar 5 harian ini,” tambah Helda
Sedangkan untuk beras yang biasanya dijual seharga Rp 15.000 sekarang menjadi Rp 16.000 tambahnya.
“Gula juga sama, mengalami kenaikan Rp 1.000 yang awalnya Rp 14.000 menjadi Rp 15.000,” tandasnya.
Banyak masyarakat yang mengeluh terkait kenaikan harga ini, namun penjual juga membeli ke distributor dengan harga yang juga tinggi.
Di tempat yang sama pembeli Muntiah mengatakan, harga sembako memang tidak stabil apalagi menjelang Bulan Ramadhan.
“Sudah jadi kebiasaan setiap tahun apabila mendekati Bulan Ramadahan beberapa harga bahan sembako pasti mengalami kenaikan,” ujarnya.
Di tengah pandemi semua serba susah ditambah dengan harga yang juga mengalami kenaikan, ia berharap kepada pemerintah untuk benar-benar bisa memperhatikan kondisi harga sembako saat ini tambah Muntiah.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







