BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperjuangkan pengusulan gelar pahlawan nasional kepada Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kelampayan.
Salah satu upaya Pemprov Kalsel adalah dengan menggelar Seminar Nasional Rekam Jejak Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kelampayan di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (16/3/2022).
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mengatakan pengusulan gelar pahlawan nasional dikarenakan rekam jejak Datu Kelampayan yang sangat berpengaruh di Nusantara semasa hidupnya bahkan hingga sekarang.
BACA JUGA :
Komitmen Cegah Korupsi, Gubernur Minta Pemprov Kalsel Perbaiki Tata Kelola Birokrasi Secara Profesional
BACA JUGA:
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Lantik 14 Pejabat Pratama, Jabatan Kepala Sejumlah SKPD Pemprov Kosong
“Kita berusaha dari waja sampai kaputing. Prosesnya telah kita ikuti dari awal, mulai dari pendataan, pendapat tokoh-tokoh masyarakat, akademisi, cendekiawan dan sebagainya,” kata Sahbirin.
Menurut Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, dukungan penganugerahan juga datang dari berbagai elemen, mulai dari nasional hingga mancanegara, sehingga Pemprov Kalsel optimistis gelar pahlawan nasional bakal terwujud.
“Salah satunya dengan mengadakan seminar ini sebagai salah satu persyaratan yang diwajibkan untuk bisa dipenuhi. Pemberian usulan pahlawan tidak hanya sebagai gelar saja, akan tetapi diharapkan sebagai simbol teladan bagi semua kalangan baik di Banua maupun secara nasional,” ucap Sahbirin.







