KALIMANTANLIVE.COM – Sudah tiga pekan lebih Rusia menginvasi Ukraina atau sejak 24 Februari 2022 lalu.
Namun, pasukan Kremlin yang terus menggempur pertahanan Ukraina, mendapat perlawanan sengit pasukan Ukraina dari militer hingga milisi.
Bahkan saat ini Rusia sudah membombardir wilayah Lviv, kota Ukraina yang berbatasan langsung dengan Polandia yang notabenenya merupakan salah satu negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
# Baca Juga :Tenggelam saat Ingin Salat Jumat, Tubuh Kakek Berusia 76 Tahun Warga Amuntai Selatan Belum Ditemukan
# Baca Juga :Dihantam Roket Rusia, Aktris Ukraina Oksana Shvets Terbunuh, Young Theater Mengutuk
# Baca Juga :VIRAL Video Presiden Ukraina Zelensky Menyerah ke Rusia, Netizen Heboh, Facebook dan Youtube Bertindak
# Baca Juga :Soswasbang, Paman Yani Bicara Dua Sisi Kemajuan Teknologi hingga Perang Rusia dan Ukraina
Kendati begitu, Ukraina belum mau mengaku kalah. Perlawanan terus dilakukan. Lantas apa saja kondisi yang membuat Ukraina mampu bertahan setelah tiga pekan lebih digempur pasukan Vladimir Putin?
Strategi Gerilya Perang Kota Ukraina
Ukraina tetap bertahan meskipun Rusia terus melakukan serangan ofensif. Pasukan Moskow tak segan menggempur rumah sakit bersalin, apartemen, dan fasilitas sipil lain. Padahal di awal invasi, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim hanya menargetkan instalasi militer.
Di sisi lain, perang kota yang terjadi di beberapa wilayah Ukraina membuat kubu Kyiv masih memiliki keuntungan, mengingat mereka menguasai medan tempur. Pasukan Ukraina tahu persis di mana tempat perlindungan yang aman bila serangan udara dari Rusia membombardir kota mereka.
Selain melakukan pertahanan, Ukraina melawan Rusia dengan menyasar prajurit andal Putin. Ukraina juga mengklaim telah membunuh empat jenderal Rusia pada pertempuran di sejumlah wilayah.
Melansir Wall Street Journal, seseorang dalam lingkaran dalam Presiden Zelensky menyebut Ukraina memiliki tim intelijen militer yang diinstruksikan untuk menargetkan kelas perwira Rusia.
“Mereka mencari jenderal, pilot, komandan artileri yang terkenal,” kata sumber itu.
“Mereka memiliki semua detail, nama, nomor tentara mereka,” imbuhnya.
Sumber tersebut mengatakan bahwa kelompok khusus tersebut menggunakan semua metode yang mereka miliki untuk menemukan prajurit Rusia, yang ‘khas’ menggunakan peralatan radio yang tidak terenkripsi, dengan transmisi yang dapat dicegat atau ditunjukkan dengan tepat pada peta.







