PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, intens melakukan razia di tempat-tempat yang berpotensi terjadinya pelanggaran peraturan daerah.
Selain menangani prostitusi online, Satpol PP Tanahlaut juga merazia warung malam atau kerap disebut warung jablay.
Kegiatan yang dilakukan Satpol PP ini guna mewujudkan ketentraman dan ketertiban di tengah kehidupan masyarakat.
# Baca Juga :Penuh Kubangan dan Membahayakan Warga, Kapan Jalan Poros Batumulya-Sabuhur Tanahlaut Diperbaiki?
# Baca Juga :Dinas PUPR Tanahlaut Segera Tangani Kerusakan Jalan Poros Antardesa
# Baca Juga :Razia Warung Malam, Satpol PP Tanahlaut Dapati Pemilik Warung Pekerjakan Anaknya dan Adik di Bawah Umur
# Baca Juga :Razia THM & Warung Malam Jelang Nataru 2022, BNN Tanahlaut Temukan Pengunjung Terindikasi Gunakan Narkoba
“Apalagi tak lama lagi kan bulan suci Ramadan tiba. Jadi, sangat bagus kalau orang-orang Satpol giat merazia warung-warung malam,” sebut Hasni, warga Angsau, Pelaihari, Senin (21/3/2022).
Menurutnya keberadaan warung yang buka hingga tengah malam bahkan dinihari kerap memunculkan hal atau aktivitas yang kurang baik.
Seperti adanya pramusaji-pramusaji berbusana minim yang tak nyaman dipandang.
“Bayangkan kalau kalangan remaja bau kencur melintas lalu melihat yang kayak gitu, bisa rusak pikirannya, mentalnya,” sebutnya.
Senada diutarakan Abdulah Noor. Ia mendukung razia-razia yang intens digelar Satpol PP Tala belakangan ini.
Lebih dari itu ia berharap kalangan peminta-minta juga dibina.
Termasuk yang datang ke rumah-rumah warga.
“Soalnya kadang ada saja yang blusukan di warung-warung. Makan jadi kurang nyaman lagi, pas lagi makan eh tiba-tiba saja ada orang berdiri di samping menyodorkan tangan,” sebutnya.
Begitu pula terhadap aktivitas sejumlah remaja atau pemuda yang wira-wiri berkelompok dan suka mojok di tempat sepi, juga perlu dicermati.
“Yang dikhawatirkan kalau ngelem dan mengkonsumsi minum gaduk,” tandasnya.







