Pasokan Minyak Goreng Banjiri Pasar Setelah HET Dihapus, Anehnya Harganya Makin Mahal

KALIMANTANLIVE.COM – Pasokan minyak goreng di sejumlah daerah mulai membanjiri pasar setelah pemerintah memcabut aturan harga eceran tertinggi (HET) minyak curah menjadi Rp14 ribu per liter dan menghapus HET minyak kemasan.

Namun, harga minyak goreng masih ‘selangit’ dan masih sulit terjangkau emak-emak.

Di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terutama di ritel modern, harga minyak goreng kemasan premium berbagai merek isi 2 liter dibanderol antara Rp49 ribu sampai Rp52 ribu.

# Baca Juga :Hari Ini, Mendag Janji Bongkar Nama Tersangka Mafia Minyak Goreng kepada Komisi VI DPR RI

# Baca Juga :Pernyataan Megawati soal Minyak Goreng Dinilai Blunder dan Kurang Peka, Rakyat Diminta Merebus Makanan

# Baca Juga :KRISDAYANTI: Tidak Ada Minyak Goreng Khusus Anggota DPR, Sekalipun Dapat Harga Tinggi

# Baca Juga :UPDATE Harga Minyak Goreng Hari Ini Jumat 18 Maret 2022, Bimoli hingga Sania, 2 Liter Tembus Rp 60 Ribu

“Tadinya senang melihat banyak minyak goreng dipajang, ternyata harganya mahal, saya tidak jadi beli,” ujar Rohimah (55), warga yang dijumpai setelah keluar dari sebuah ritel modern di Banjarbaru seperti dikutip dari Antara, Senin (21/3).

Hal yang sama juga terjadi di Kota Pekanbaru, Riau, harga minyak goreng curah tembus Rp20 ribu per liter. Hal tersebut terjadi karena tingginya permintaan warga di daerah setempat sejak pasokan langka di sejumlah daerah.

Sejumlah warga mengeluhkan lonjakan harga tersebut. Pasalnya minyak goreng kemasan di beberapa ritel modern juga kosong.

“Minyak goreng dalam kemasan makin langka saja, di mana-mana dicari tidak bisa ditemukan. Itu pun hanya satu pedagang yang menjual minyak goreng curah juga dengan harga mahal pula,” kata Det, warga Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

Tingginya harga minyak goreng di daerah juga diakui warga lainnya. Susi, warga Kecamatan Marpoyan mengatakan dirinya terkejut saat membeli minyak goreng di ritel modern yang tiba-tiba penuh di etalase.

Bahkan minyak goreng yang dipajang telah dicantumkan harga jual Rp24.500 per liter. “Kami menduga ada penimbunan yang disengaja oleh distributor dan pedagang minyak goreng,” imbuhnya.

Senada, di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, harga minyak goreng kemasan dibanderol Rp25 ribu per liter.

Seorang ibu rumah tangga Erita menyampaikan minyak goreng kemasan merek Shania dan Fortune, masing-masing dibanderol seharga Rp49 ribu dan Rp50 ribu untuk ukuran dua liter.