Persediaan logistik
Rusia telah kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya. Ada pepatah militer lama yang mengatakan bahwa amatir berbicara taktik, sedangkan profesional mempelajari logistik.
Ada bukti bahwa Rusia belum cukup mempertimbangkan hal itu. Konvoi kendaraan lapis baja mereka telah kehabisan bahan bakar, makanan, dan amunisi. Kendaraan yang rusak ditinggalkan begitu saja, lalu diderek oleh traktor Ukraina.
Para pejabat Barat juga meyakini bahwa Rusia mungkin kehabisan beberapa amunisi. Pasukan Rusia telah menembakkan sekitar 850 hingga 900 amunisi presisi jarak jauh, termasuk rudal jelajah, yang lebih sulit diganti dibandingkan senjata yang terarah.
Pejabat-pejabat AS telah memperingatkan bahwa Rusia mendekati China untuk menutupi kekurangannya.
Sebaliknya di pihak Ukraina, ada pasokan tetap senjata dari Barat sehingga meningkatkan moral pasukan Ukraina.
AS baru saja mengumumkan akan menambah dukungan pertahanan senilai 800 juta dollar AS (Rp 11,4 triliun) kepada Ukraina.
Dukungan itu antara lain berupa rudal anti-tank dan anti-misil, serta diharapkan mencakup Switchblade. Switchblade merupakan drone “kamikaze” kecil yang dikembangkan AS dan dapat dibawa menggunakan ransel sebelum diluncurkan untuk mengirim bahan peledak kecil ke sasaran di darat.
Meski demikian, para pejabat Barat memperingatkan bahwa Putin dapat melipatgandakan kebrutalannya. Pasukan Putin dirasa masih memiliki daya tembak yang cukup untuk memborbardir kota-kota di Ukraina dalam jangka waktu yang cukup lama.
Meskipun mengalami kemunduran, seorang pejabat intelijen mengatakan bahwa Putin tidak mungkin goyah dan mungkin malah meningkatkan eskalasinya. Putin tampak percaya diri bahwa Rusia bisa mengalahkan Ukraina lewat militer.
Sementara pasukan Ukraina telah menunjukkan perlawanan sengit, pejabat yang sama mengingatkan bahwa tanpa pasokan yang signifikan, mereka juga bisa kehabisan amunisi dan pasukan.
Peluang Rusia mungkin lebih baik dibanding saat perang pertama kali dimulai, tetapi posisi mereka tampaknya masih bertumpuk dalam invasi ke Ukraina.
editor : NMD
sumber : kompas.com









