BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor minta penanganan penanggulangan stunting di Kalsel harus ditangani secara serius mengingat angka stunting di provinsi ini masih tinggi atau berada di kisaran 30 persen.
“Melihat angka ini, masih harus serius untuk menyelesaikan permasalahan stunting yang masih di atas batas target Badan Kesehatan Dunia WHO,” katanya.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sahbirin, pada Rapat Kerja Daerah Program Bangga Kencana Provinsi Kalsel Tahun 2022, BKKBN Provinsi Kalsel dengan tema “Melalui Konvergensi Lintas Sektor Bergerak Mewujudkan Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kalsel” di Hotel Galaxy Banjarmasin, Selasa (22/3/2022).
BACA JUGA:
Waki Ketua DPRD Kalsel Bang Dhin Sebut Dana Desa Bisa Dipakai untuk Menangani Stunting
Rakerda tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan turut dihadiri Inspektur Utama BKKBN Pusat, Ari Dwikora serta Kepala BKKBN Kalsel, Ramlan.
Sahbirin Noor mengatakan, Rakerda ini upaya bersama untuk sinkronisasikan berbagai kebijakan dan kegiatan dalam rangka pelaksanaan rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting Indonesia (RAN-PASTI) yang pada hari senin kemarin sudah disosialisasikan di Kalsel.
“Harapan saya, penanganan stunting dapat segera dilakukan mengingat angka stunting Kalsel cukup besar dan diperlukan kerjasama antarberbagai sektor agar permasalahan ini segera berakhir,” kata Sahbirin, Selasa (22/3/2022).
Berdasarkan hasil Studi Satus Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di indonesia menunjukkan penurunan dari 27,7 persen di tahun 2019 menjadi 24,4 persen. Namun, prevalensi underweight mengalami peningkatan dari 16,3 persen menjadi 17 persen
Oleh karena itu, sambung Paman Birin, asupan gizi harus diperhatikan sejak anak masih dalam kandungan sampai pada 1.000 hari pertama kehidupan.
“Untuk itu kita harus berupaya keras agar sistem pencegahan dan penanganan stunting ini dapat bekerja dengan baik agar anak-anak kita tidak lagi stunting,” katanya.
Kata Paman Birin, dengan adanya program bangga kencana terkait penguatan rantai pasok alat dan obat kontrasepsi, penguatan sistem pelaporan, pencatatan dan data, merupakan hal penting yang perlu disiapkan dalam capaian pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana yang berkualitas.
“Saya mengapresiasi kinerja BKKBN sebagai leading sector dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas melalui program bangga kencana ini. Namun kerja sendiri tidak akan mampu memenuhi berbagai target-target yang telah ditetapkan,” ujar Sahbirin.
Sementara itu, Kepala BKKBN Kalsel, Ramlan menambahkan Rakerda ini dilaksanakan dalam rangka penguatan komitmen terhadap program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di Kalsel.
“Agar penguatan komitmen dengan lintas sektor dapat berjalan maksimal sehingga mampu mempercepat penurunan stunting di Banua,” kata Ramlan.
Untuk diketahui, kegiatan juga dirangkai dengan penjanjian kerjasama antara BKKBN Kalsel dengan beberapa Perguruan Tinggi di Kalsel dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kalsel. (MC Kalsel/tgh)
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian









