RANTAU, KALIMANTANLIVE.COM – Akibat hujan yang turun terus menerus dan sungai meluap, sejumlah wilayah di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan terendam banjir.
BPBD Kabupaten Tapin pun menetapkan beberapa tempat berstatus siaga satu banjir.
Ada delapan titik barsatus siaga satu banjir, meskipun ada beberapa titik yang perlahan-lahan air mulai mengering.
# Baca Juga :BANJIR di Kabupaten Banjar, Akses Jalan ke Pasar Pengaron Terendam, Warga Mulai Evakuasi Harta Benda
# Baca Juga :Akibat Banjir, Tiga Tahanan Polsek Martapura Timur Dievakuasi ke Mapolres Banjar
# Baca Juga :Pasokan Minyak Goreng Banjiri Pasar Setelah HET Dihapus, Anehnya Harganya Makin Mahal
# Baca Juga :Komisi I DPRD dan Forsiladi Kalsel Diskusikan Bencana Banjir hingga Solusi Mengatasinya
Lokasi yang terdampak antara lain Desa Masta tepatnya di RT 02, jumlah terdampak 15 Kepala Keluarga, Kelurahan Binuang, di Pasar Binuang, Kelurahan Raya Belanti di RT 01, jumlah terdampak 18 Rumah 69 Jiwa, RT 03, jumlah terdampak 7 Rumah yang terdiri dari 17 Jiwa, RT 04, jumlah terdampak 8 Rumah 31 Jiwa, RT 05, jumlah terdampak 6 Rumah 28 Jiwa, RT 07 yang terdampak 22 Rumah 78 Jiwa, RT 09, jumlah terdampak 25 Rumah 46 Jiwa, RT 13, jumlah terdampak 16 Rumah 53 Jiwa, RT 14
Terdampak 18 Rumah 53 Jiwa dengan kondisi ketinggian air pada permukaan jalan kurang lebih 5-40 sentimeter.
Selain itu di Desa Banua Halat Kanan RT 04, korban terdampak ada 10 Kepala yang terdiri dari 20 Jiwa, Kelurahan Rangda Malingkung, RT 06, dengan ketinggian air pada permukaan jalan kurang lebih 25 sentimeter.
Di Kelurahan Tambarangan, RT 03 jumlah terdampak 15 Rumah, RT 04 terdampak 8 Rumah, RT 05 dan 06 terdampak 20 Rumah.
Selanjutnya di Desa Tatakan, tepatnya di RT 02 jumlah terdampak ada 11 Kepala Keluarga yang terdiri dari 55 Jiwa dan 6 diantaranya telah mengungsi, RT 01, jumlah terdampak 20 kepala Keluarga terdiri dari 100 Jiwa dengan ketinggian Air berkisar 40-80 sentimeter.
Di Desa Bungur, ketinggian permukaan air pada permukaan jalan berkisar 5-10 sentimeter, namun tidak ada rumah warga tergenang.
Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Kabupaten Tapin H Said Abdul Nasir mengatakan sebagian besar warga yang terdampak banjir adalah masyarakat yang tinggal di Bantaran Sungai Tapin.
“Memang kita sudah ada upaya-upaya diantaranya susur sungai, pembersihan sungai dan penyampaian imbauan secara langsung kepada Masyarakat,” ucapnya, Rabu (23/3/2022).







